HOME  ⁄  Ekonomi

BNN Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan untuk Melawan Ancaman Narkotika

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BNN Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan untuk Melawan Ancaman Narkotika
Foto: (Sumber :Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto saat memberikan kuliah umum pada rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti Tahun 2026, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (ANTARA/HO-BNN RI).)

Pantau - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terus berkembang dan menyasar generasi muda melalui berbagai modus baru.

"Ancaman narkotika terus berkembang dan menyasar generasi muda dengan berbagai modus baru," kata Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan survei nasional BNN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2023–2025, prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai 2,11 persen atau setara 4,15 juta penduduk usia produktif.

Kelompok berusia 15–24 tahun tercatat memiliki prevalensi penyalahgunaan narkotika tertinggi, yakni 2,53 persen.

BNN Temukan Ribuan Sampel Cairan Vape Mengandung Narkotika

Suyudi mengatakan salah satu perkembangan modus penyalahgunaan narkotika ditemukan melalui penggunaan vape.

Hingga 12 Agustus 2026, Pusat Laboratorium BNN telah memeriksa 1.745 sampel cairan vape dan menemukan 1.716 sampel positif mengandung narkotika maupun narkotika jenis baru atau new psychoactive substances (NPS).

Sebanyak 1.552 sampel atau 88,9 persen dari sampel yang diperiksa terdeteksi mengandung etomidate.

BNN menilai kondisi tersebut memperkuat pentingnya membangun lingkungan kampus yang aman, sehat, produktif, dan berintegritas.

Kampus bebas narkoba, menurut Suyudi, tidak hanya diwujudkan melalui aturan, tetapi juga budaya saling menjaga, keberanian menolak narkotika, kepedulian terhadap teman, serta ketersediaan edukasi dan layanan bantuan.

Nilai Tri Krama Trisakti yang mencakup takwa, tekun, terampil; asah, asih, asuh; serta satria, setia, sportif juga dinilai dapat menjadi landasan mahasiswa untuk membangun integritas dan menolak narkotika.

Mahasiswa Didorong Lawan Normalisasi Narkotika di Ruang Digital

BNN menyampaikan ajakan tersebut salah satunya melalui kuliah umum dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti Tahun 2026 di Jakarta pada Rabu (26/8/2026).

Dalam kegiatan itu, BNN memperkenalkan program Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika yang ditopang lima pilar berupa pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi, pemberdayaan, ketahanan, dan kolaborasi.

Suyudi juga menitipkan tiga pesan kepada mahasiswa baru Universitas Trisakti, yakni menjaga diri, menjaga teman, dan menjaga kampus.

Mahasiswa didorong menjadi agent of change atau agen perubahan, social control atau kontrol sosial, serta future leader atau pemimpin masa depan dengan membangun budaya kampus sehat dan melawan narasi digital yang menormalisasi penyalahgunaan zat.

"Kita tidak ingin generasi muda hanya menjadi pengguna teknologi yang diciptakan orang lain. Kita ingin mereka mampu memahami teknologi, memanfaatkan secara produktif dan pada waktunya memberikan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Maka peran guru dan sekolah merupakan suatu hal yang sangat diharapkan," kata dia.

"Karena itu, kolaborasi pemerintah, kampus, keluarga, masyarakat, dan generasi muda menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan bangsa menghadapi ancaman narkotika," ucap Suyudi.

BNN menilai target Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat, inovatif, produktif, berintegritas, serta terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026