
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 31,41 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.636,48 pada perdagangan Jumat (4/9/2026), seiring aksi profit taking dan sikap hati-hati investor menjelang akhir pekan.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 5,18 poin atau 0,78 persen ke posisi 657,59.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus atau Nico menilai pelaku pasar bersikap hati-hati di tengah berbagai sentimen yang berkembang.
"Kehati-hatian pasar seiring dengan sentimen pasar juga dibayangi aksi profit taking jelang akhir pekan ini," ungkap Nico.
Investor Menanti Data Ekonomi Domestik
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada sejumlah data ekonomi penting yang dijadwalkan dirilis pada pekan berikutnya.
Data tersebut antara lain cadangan devisa Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Agustus 2026, serta penjualan ritel periode Juli 2026.
Sepanjang pekan ini, kepercayaan pasar disebut meningkat seiring berlangsungnya transisi kepemimpinan yang lancar di Bank Indonesia (BI).
Gubernur BI Destry Damayanti disebut berjanji menerapkan kebijakan yang responsif untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dari eksternal, mayoritas bursa saham Asia bergerak menguat seiring berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), pada September 2026.
Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan kesediaannya mendukung kebijakan untuk mempertahankan tingkat suku bunga apabila tekanan inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda.
The Fed disebut lebih cenderung mempertahankan suku bunga dibandingkan menaikkannya pada September 2026 apabila kondisi inflasi mendukung.
IHSG Bertahan di Zona Merah hingga Penutupan
Dalam jalannya perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat sebelum berbalik ke teritori negatif dan bertahan hingga penutupan sesi pertama.
Memasuki sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga perdagangan berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor berhasil ditutup menguat, sedangkan delapan sektor lainnya melemah.
Sektor industri mencatat penguatan terbesar sebesar 0,64 persen, disusul sektor energi 0,30 persen dan barang konsumen nonprimer 0,22 persen.
Sementara itu, sektor teknologi mengalami penurunan terdalam sebesar 1,02 persen, diikuti transportasi dan logistik yang turun 0,91 persen serta barang konsumen primer yang melemah 0,89 persen.
Saham UANG, RONY, SMMT, SURE, dan NATO tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga terbesar, sedangkan PTSP, MDIA, UDNG, LOPI, dan BALI mengalami pelemahan harga terbesar.
Frekuensi perdagangan sepanjang hari mencapai 1.028.000 kali transaksi dengan volume sebanyak 34,27 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp14,99 triliun.
Sebanyak 276 saham ditutup menguat, 379 saham melemah, dan 308 saham tidak mengalami perubahan harga.
Mayoritas Bursa Asia Menguat
Pergerakan bursa regional Asia pada Jumat sore mayoritas berada di zona positif meskipun IHSG berakhir melemah.
Indeks Nikkei menguat 1,28 persen ke posisi 65.034,00, sedangkan indeks Hang Seng naik 1,74 persen ke posisi 25.650,87.
Indeks Kospi menguat 1,64 persen ke posisi 6.687,21 dan indeks Straits Times naik 1,05 persen ke posisi 5.807,83.
Sementara itu, indeks Shanghai menjadi salah satu indeks yang melemah dengan penurunan 0,30 persen ke posisi 3.930,12.
Secara keseluruhan, aksi profit taking menjelang akhir pekan dan kehati-hatian investor menekan IHSG meskipun mayoritas bursa regional Asia bergerak positif.
- Penulis :
- Arian Mesa




