
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerapkan inovasi teknologi inseminasi buatan yang memungkinkan peternak mengatur jenis kelamin anak sapi sebagai salah satu strategi meningkatkan populasi sapi perah dan produksi susu daerah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan teknologi tersebut menjadi terobosan penting untuk mendukung pengembangan sektor peternakan di Jawa Tengah.
"Teknologi inseminasi buatan tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam pengembangan peternakan di Jateng," ungkap Taj Yasin.
Pernyataan itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Jateng Livestock Fest 2026 di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah di Semarang.
Melalui teknologi tersebut, peternak dapat menyesuaikan jenis kelamin anak sapi yang akan dilahirkan dengan kebutuhan pengembangan peternakan masing-masing.
Peternak Bisa Arahkan Kelahiran Sapi Betina atau Jantan
Taj Yasin atau Gus Yasin menjelaskan kemampuan mengarahkan kelahiran sapi betina dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan populasi sapi perah, sedangkan sapi jantan juga dapat dipilih sesuai kebutuhan peternak.
"Kalau masyarakat pengin sapinya betina, ya dicarakan di sini. Kalau pengin sapinya menjadi pejantan, bisa. Artinya ini inovasi yang luar biasa. Populasinya bisa kita atur," ungkapnya.
Kepala Distannak Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan teknologi inseminasi buatan tersebut menggunakan semen beku sapi perah sexing yang dikembangkan oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah.
Teknologi itu memungkinkan peternak mengarahkan jenis kelamin anak sapi yang dihasilkan melalui proses inseminasi buatan sesuai kebutuhan pengembangan ternaknya.
"Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa," kata Defransisco.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan populasi sapi perah yang selanjutnya mendorong kenaikan produksi susu di Jawa Tengah.
Jawa Tengah saat ini berkontribusi sekitar 9,4 persen terhadap produksi susu nasional dan menempati peringkat ketiga secara nasional.
Batang dan Brebes Jadi Fokus Pengembangan Sapi Perah
Dalam Jateng Livestock Fest 2026, Pemprov Jawa Tengah turut menandatangani komitmen bersama pengembangan sapi perah dengan fokus antara lain di Kabupaten Batang dan Kabupaten Brebes.
Pengembangan di kedua daerah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Jawa Tengah untuk memperkuat ekosistem persusuan daerah.
Sebagai bagian dari penerapan teknologi inseminasi buatan, Pemprov Jawa Tengah menyerahkan semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang.
Pemprov Jawa Tengah juga memberikan bantuan sapi perah kepada Kelompok Tani Banjarsari I di Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Sertifikat GFP turut diserahkan kepada Kelompok Tani Banjarsari I di Desa Semampir serta Kelompok Tani Sepet Harum II di Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Gerbang Susu Jateng Diluncurkan
Upaya memperkuat sektor persusuan juga ditandai dengan peluncuran Gerbang Susu Jateng atau Gerakan Pengembangan Persusuan Jateng.
Gerbang Susu Jateng menjadi bagian dari langkah pemerintah provinsi untuk mendorong pengembangan sektor persusuan secara lebih luas.
Jateng Livestock Fest 2026 merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 26 September 2026.
Selain peluncuran Gerbang Susu Jateng, rangkaian kegiatan mencakup penyerahan bantuan protein hewani, Gelar Market Hasil Peternakan Berkualitas, dan Kreatif Bento Challenge.
Pemprov Jawa Tengah juga mengadakan Gerakan Minum Susu atau Gerimis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui kombinasi teknologi inseminasi buatan, bantuan kepada peternak, pengembangan sentra sapi perah di Batang dan Brebes, serta Gerbang Susu Jateng, Pemprov Jawa Tengah berupaya meningkatkan populasi sapi perah sekaligus mendongkrak produksi susu daerah.
- Penulis :
- Arian Mesa




