
Pantau - PT ASDP Indonesia Ferry memperkuat koordinasi lintas instansi dan mengoptimalkan operasional kapal untuk mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sekaligus menjaga kelancaran penyeberangan Jawa-Bali.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penguraian antrean dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
"Kami terus memperkuat langkah penanganan kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi melalui optimalisasi operasional kapal dan koordinasi intensif bersama regulator serta pemangku kepentingan terkait," kata Heru di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Heru juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa yang terdampak kepadatan, terutama masyarakat dan pelaku logistik yang membutuhkan kepastian waktu perjalanan.
"Saat ini kami bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait terus melakukan langkah-langkah konkret untuk mempercepat penguraian antrean dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” tutur Heru.
Kendaraan Logistik Meningkat 16 Persen
Kepadatan di kawasan Pelabuhan Ketapang dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk peningkatan volume kendaraan logistik sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan tidak beroperasinya sementara satu pasang dermaga di Ketapang dan Gilimanuk karena sedang ditingkatkan kapasitasnya menjadi 50 ton.
Peningkatan kapasitas dermaga merupakan bagian dari penguatan infrastruktur dan kesiapan operasional menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru serta Idul Fitri 2027.
Dinamika operasional penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Wangi juga menyebabkan sebagian kendaraan logistik beralih menuju Pelabuhan Ketapang.
ASDP sebelumnya mengoptimalkan 23 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk pada Sabtu (5/9/2026) untuk mempercepat pelayanan dan mengurai kepadatan kendaraan.
Dua Kapal Tambahan Dikerahkan
ASDP mengerahkan KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 pada Minggu (6/9/2026) untuk memperkuat kapasitas layanan penyeberangan.
"Sebagai bagian dari langkah penanganan yang optimal, KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9) dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9)," beber Heru.
Setelah tiba, KMP Jatra I akan memperkuat pelayanan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Sementara itu, KMP Portlink 0 akan melayani lintasan Tanjung Wangi-Lembar melalui Pelabuhan Gili Mas.
Pengaturan operasional tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mengurangi tekanan kendaraan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.
- Penulis :
- Aditya Yohan




