
Pantau - Produk gula aren Gasebu atau Gula Semut Bungbulang milik pelaku UMKM binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, diminati eksportir dengan permintaan penjajakan mencapai 30 ton.
Produk tersebut dikembangkan Susanti, pelaku UMKM asal Bukit Bungbulang, Garut, dan dilirik eksportir dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk penjajakan ekspor.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Kindaris mengatakan pengembangan usaha ultra mikro membutuhkan dukungan yang tidak hanya berbentuk pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan agar pelaku usaha mampu meningkatkan skala bisnis.
“Untuk membuat usaha ultra mikro berkembang bukan hanya butuh modal uang tetapi juga dibukakan jalan untuk bisa naik kelas,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
PNM menyatakan terus mendorong usaha ultra mikro di berbagai daerah meningkatkan literasi dan kualitas usaha sekaligus memperluas akses pasar.
Berawal dari Pinjaman Rp4 Juta
Susanti mulai menekuni usaha pengolahan gula aren sejak 2015, tetapi pada awalnya produk tersebut masih dijual tanpa identitas merek.
Keterbatasan modal, akses promosi, dan pencatatan usaha yang masih sederhana menjadi kendala dalam memperluas pemasaran produk.
Peluang ekspor yang sebelumnya muncul melalui sejumlah proses kurasi juga sempat tertunda karena sistem produksi dan pemasaran belum siap memenuhi permintaan berskala besar.
Perkembangan usaha mulai terjadi setelah Susanti menjadi nasabah PNM Mekaar dengan memperoleh pinjaman awal sebesar Rp4 juta.
Modal tersebut digunakan untuk membeli hasil produksi petani aren di sekitar Bungbulang yang kemudian turut dilibatkan dalam kelompok usaha binaannya.
Melalui program pemberdayaan PNM, Susanti mendapatkan pendampingan mulai dari pengembangan kemasan hingga strategi pemasaran digital, termasuk penjualan daring dan live shopping.
Usaha Gula Aren Libatkan 130 Orang
Program pemberdayaan yang dijalankan bersama PNM juga mengajak puluhan warga sekitar untuk mendapatkan pelatihan membuat gula semut dari rumah masing-masing.
Pengembangan usaha tersebut kini mampu melibatkan sekitar 130 orang yang terdiri atas 113 petani aren dan 17 pekerja di rumah produksi.
Susanti berharap dukungan terhadap pengembangan merek dan usahanya dapat berlanjut sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin luas.
“Mudah-mudahan nanti ada program-program lain yang bisa lebih mengembangkan usaha kita dan bisa berdampak lebih luas lagi untuk masyarakat banyak melalui PNM,” katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




