HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat 1,01 Persen, Sentimen Domestik Menopang di Tengah Tekanan Bursa Asia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Menguat 1,01 Persen, Sentimen Domestik Menopang di Tengah Tekanan Bursa Asia
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa sore ditutup menguat 66,77 poin atau 1,01 persen ke posisi 6.686,44 di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga menguat 9,16 poin atau 1,40 persen ke posisi 665,58.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan penguatan IHSG mendapat dukungan dari sentimen pasar terkait posisi cadangan devisa Indonesia pada Agustus.

"IHSG menguat ditopang dari dukungan pasar seiring dengan posisi cadangan devisa Agustus yang terjaga, dimana membukukan sebesar 46,5 miliar dolar AS atau lebih tinggi dari posisi akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS," ungkap Nico.

Sentimen Domestik Menopang IHSG

Dari dalam negeri, membaiknya sentimen pasar turut didukung pembukaan kembali operasional sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup selama dua hari akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pembukaan kembali bandara dinilai dapat membantu menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi yang sempat terganggu.

"Aktivitas kembali beberapa bandara tersebut tentunya dapat mengaktifkan kembali roda ekonomi sektor logistik, rantai pasok, pemulihan mobilitas dan konektivitas bisnis," kata Nico.

Dalam perdagangan di BEI, IHSG dibuka menguat dan bertahan di wilayah positif hingga penutupan sesi pertama.

Memasuki sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau dan mempertahankan penguatannya hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak delapan sektor mencatatkan penguatan dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 1,94 persen.

Sektor barang konsumen primer menguat 1,56 persen dan sektor industri naik 1,17 persen.

Sebaliknya, tiga sektor berakhir melemah dengan sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,67 persen, disusul sektor teknologi sebesar 0,58 persen dan sektor barang konsumen nonprimer sebesar 0,06 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar adalah POLA, ASPI, SHID, SOHO, dan PPRI.

Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah FPNI, NZIA, OMED, UDNG, dan LUCY.

Frekuensi perdagangan saham di BEI tercatat sebanyak 2.265.000 kali transaksi dengan volume perdagangan mencapai 35,15 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp15,70 triliun.

Sebanyak 388 saham ditutup menguat, 253 saham melemah, sedangkan 322 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Ketegangan AS-Iran Bayangi Bursa Asia

Dari kawasan Asia, pelaku pasar menghadapi sentimen meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memunculkan kekhawatiran terhadap prospek perekonomian global.

Kondisi geopolitik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak berjangka karena muncul kekhawatiran terhadap gangguan yang lebih besar pada aliran energi melalui Selat Hormuz.

Pada saat yang sama, pelaku pasar menunggu rincian kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai pengaturan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Iran sebelumnya menyatakan kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan pengiriman melalui Selat Hormuz hampir selesai.

Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan meningkatnya kendali Teheran terhadap jalur perairan strategis tersebut.

"Pasar semakin memperkirakan konflik Timur Tengah yang berpotensi berkepanjangan, sehingga kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan menunda penurunan suku bunga global," ujar Nico.

Dari China, surplus perdagangan pada Agustus 2026 tercatat sebesar 119,1 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 112,5 miliar dolar AS.

Ekspor China pada Agustus 2026 melonjak 25 persen secara tahunan menjadi 401,44 miliar dolar AS, sedangkan impor meningkat 28,2 persen menjadi 282,36 miliar dolar AS.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei melemah 1,69 persen ke posisi 65.278,00, Hang Seng turun 0,38 persen ke posisi 25.317,18, Kospi melemah 0,58 persen ke posisi 6.954,52, dan Straits Times turun 0,144 persen ke posisi 5.764,37.

Sementara itu, indeks Shanghai menjadi salah satu indeks yang menguat dengan kenaikan 0,20 persen ke posisi 3.940,55.

Secara keseluruhan, IHSG mampu mempertahankan penguatan hingga penutupan perdagangan meskipun mayoritas bursa saham Asia berada di zona negatif.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026