HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkab Sleman Terapkan PM AAS untuk Dongkrak Hasil Panen di Tengah Penyusutan Lahan Sawah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemkab Sleman Terapkan PM AAS untuk Dongkrak Hasil Panen di Tengah Penyusutan Lahan Sawah
Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya melakukan uji coba penanaman padi dengan metode PM AAS di Kalurahan 3 pada Rabu 9/9/2026 (sumber: Humas Prokopim Sleman)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menerapkan inovasi teknologi pertanian modern melalui metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan PM AAS menjadi solusi strategis untuk meningkatkan hasil panen di tengah semakin terbatasnya luas lahan persawahan akibat pembangunan infrastruktur dan permukiman.

"Metode PM AAS ini menjadi solusi strategis untuk mendongkrak hasil panen di tengah keterbatasan luasan lahan sawah akibat tergerus pembangunan infrastruktur dan pemukiman," kata Harda saat melakukan penanaman padi demplot metode PM AAS di Padukuhan Kurahan 3, Kalurahan Margodadi, Sleman, Rabu.

Populasi Tanaman Capai Satu Juta Rumpun per Hektare

Menurut Harda, penerapan metode PM AAS mampu meningkatkan populasi tanaman secara signifikan hingga sekitar satu juta rumpun per hektare.

Peningkatan populasi tersebut dilakukan dengan mengatur jarak tanam secara presisi tanpa mengabaikan kebutuhan tanaman terhadap pencahayaan dan sirkulasi udara.

Peningkatan jumlah tanaman yang diimbangi dengan pemberian pupuk organik serta penanganan hama secara ketat dinilai mampu mengoptimalkan hasil panen gabah.

Untuk mendukung keberlanjutan inovasi PM AAS, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen mengalokasikan anggaran khusus.

Anggaran tersebut akan menjadi bentuk penghargaan sekaligus stimulus bagi petani dan penyuluh yang berhasil merancang serta menerapkan pola tanam baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Lokasi percontohan PM AAS di Padukuhan Kurahan 3 juga diharapkan menjadi pusat pembelajaran bagi petugas penyuluh dan kelompok tani dari wilayah lain.

"Tempat percontohan di Kurahan 3 ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran bersama bagi petugas penyuluh dan kelompok tani dari wilayah lain agar inovasi PM AAS dapat direplikasi secara meluas di seluruh wilayah Sleman," kata Harda.

Sleman Dukung Target Nasional PM AAS Satu Juta Hektare

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ladiyani Retno Widowati mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung penerapan metode PM AAS.

Dukungan tersebut berkaitan dengan target nasional perluasan areal tanam menggunakan metode PM AAS sebanyak satu juta hektare pada 2026.

Ladiyani mengungkapkan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan kesiapan untuk melampaui alokasi target daerah guna mengimbangi potensi penurunan luas tambah tanam secara nasional.

Pemerintah pusat meyakini peningkatan hasil panen melalui penerapan PM AAS dapat membantu menjaga ketersediaan beras nasional.

"Pemerintah pusat optimistis penambahan delta hasil panen melalui PM AAS mampu mengamankan pasokan beras nasional," katanya.

Demplot PM AAS Gunakan Lahan Dua Hektare

Dalam kegiatan percontohan tersebut, Kelompok Tani Dadi Rukun Kurahan 3 yang mengelola lahan seluas 13 hektare dipercaya Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman untuk mengelola area demplot PM AAS.

Dari total lahan yang dikelola kelompok tani tersebut, seluas dua hektare digunakan sebagai demplot penerapan metode PM AAS.

Tahapan kegiatan percontohan dimulai sejak awal September 2026 melalui monitoring kesesuaian lahan.

Setelah monitoring, kegiatan dilanjutkan dengan pengolahan tanah hingga penanaman benih padi varietas Impari 32.

Kelompok Tani Dadi Rukun Kurahan 3 juga memperoleh bantuan sarana produksi pertanian secara menyeluruh untuk mendukung penerapan PM AAS.

Bantuan tersebut meliputi benih, pupuk organik, silika, pupuk NPK, urea, serta herbisida.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026