HOME  ⁄  Ekonomi

Satgas Pangan Pantau Harga Beras di Madiun, Mayoritas Masih Sesuai HET

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Satgas Pangan Pantau Harga Beras di Madiun, Mayoritas Masih Sesuai HET
Foto: Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan dari Bapanas dan Polri melakukan pemantauan harga beras di Pasar Besar Madiun, Jawa Timur, Rabu 9/9/2026 (sumber: ANTARA/Louis Rika)

Pantau - Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Polri memantau harga serta ketersediaan stok beras di Pasar Besar Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu.

Pemantauan dilakukan untuk menjaga stabilitas stok dan harga beras sebagai salah satu komoditas pangan strategis sekaligus memastikan harga di pasaran sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Harga dan Stok Beras Jadi Fokus Pemantauan

Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas Asep Herdiana mengatakan pemantauan difokuskan pada stabilitas harga dan ketersediaan stok berbagai jenis beras, mulai dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), medium, hingga premium.

"Tujuan utama pemantauan ini adalah untuk mengecek stabilitas harga dan stok beras di Kota Madiun. Baik untuk beras jenis SPHP, medium, maupun premium," ujar Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas Asep Herdiana saat melakukan pemantauan di Pasar Besar Madiun, Rabu.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Satgas Pangan Kota Madiun dan Bulog Kantor Cabang Madiun.

Berdasarkan hasil pemantauan, hampir seluruh harga beras yang dijual di Pasar Besar Madiun masih sesuai dengan HET yang berlaku.

Pemerintah menetapkan HET beras medium sebesar Rp13.500 per kilogram, sedangkan HET beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram.

Petugas mendapati jumlah beras premium yang tersedia di Pasar Besar Madiun tidak terlalu banyak.

Selain itu, petugas menemukan beras khusus yang dijual di salah satu toko di pasar tersebut.

Beras khusus itu belum memiliki aturan harga yang mengikat sehingga harga jualnya masih mengikuti mekanisme pasar.

"Untuk jenis premium di Pasar Besar Madiun tidak terlalu banyak. Selain itu, ada juga ditemukan beras khusus, namun hanya di satu toko tadi. Namun untuk yang beras khusus itu belum ada aturan yang mengikat dan masih mekanisme pasar," kata Asep.

Stok SPHP Dinilai Aman, Pemda Diminta Perkuat Pengawasan

Untuk beras SPHP, Bapanas menilai kondisi harga dan ketersediaan stok berdasarkan hasil pemantauan masih dalam keadaan aman.

Kondisi tersebut turut didukung peran Bulog setempat yang terus memastikan ketersediaan pasokan beras sehingga harga dapat tetap stabil.

Bapanas juga mengajak seluruh pemerintah daerah memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan lebih intensif terhadap perkembangan harga, ketersediaan stok, distribusi pangan, serta kondisi produsen di masing-masing wilayah.

Bapanas menilai pemerintah daerah menjadi garda terdepan dalam mendeteksi secara dini potensi gejolak harga maupun gangguan pasokan pangan.

Pemantauan secara rutin dan akurat diharapkan dapat mempercepat pengambilan langkah stabilisasi ketika ditemukan potensi gangguan.

Langkah stabilisasi yang lebih cepat diharapkan dapat meminimalkan dampak gejolak harga maupun gangguan pasokan pangan terhadap masyarakat dan produsen.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026