HOME  ⁄  Ekonomi

OJK Dorong Bursa Mineral Indonesia Jadi Penentu Harga Komoditas Strategis Dunia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

OJK Dorong Bursa Mineral Indonesia Jadi Penentu Harga Komoditas Strategis Dunia
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito diwawancarai wartawan seusai mengucapkan sumpah jabatan di Gedung Mahkamah Agung (MA) Jakarta, Rabu 09/09/2026 (sumber: ANTARA/Muhammad Heriyanto)

Pantau - Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito mendorong BMKS Indonesia meningkatkan perannya dalam pembentukan harga mineral dan komoditas strategis di pasar global.

Sarjito menilai Indonesia sebagai salah satu negara penghasil mineral dan komoditas terbesar di dunia semestinya tidak terus bergantung pada mekanisme penentuan harga yang terbentuk di yurisdiksi negara lain.

Dorongan tersebut disampaikan Sarjito seusai mengucapkan sumpah jabatan sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Rabu.

Indonesia Ditargetkan Tak Lagi Jadi Price Taker

Sarjito mengatakan nikel menjadi salah satu komoditas utama Indonesia yang memiliki posisi penting di pasar dunia, selain berbagai mineral dan komoditas strategis lain yang tersedia dalam jumlah besar.

Namun, menurut dia, besarnya sumber daya tersebut belum diikuti kemampuan Indonesia yang cukup kuat dalam menentukan harga komoditas di pasar.

“Kita tahu bahwa kita salah satu penghasil Bursa terbesar di dunia, terutama nikel dan juga yang lain, dan juga komoditas strategis yang cukup banyak, tetapi pricing-nya kita tidak bisa tentukan,” ujar Sarjito.

Sarjito menjelaskan Indonesia selama ini masih mengandalkan harga mineral dan komoditas yang terbentuk di yurisdiksi negara lain.

Karena itu, pengembangan BMKS diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam mekanisme pembentukan harga komoditas.

Pada tahap awal, Sarjito menargetkan Indonesia tidak lagi hanya menjadi price taker atau pihak yang menerima harga yang telah terbentuk di pasar lain.

BMKS Indonesia didorong menjadi price influencer sehingga mempunyai kemampuan memengaruhi pembentukan harga mineral dan komoditas.

“Paling tidak, untuk awal, tidak lagi menjadi price taker, tapi bisa menjadi price influencer, dan menjadi bursa kita reference,” kata Sarjito.

Dalam jangka panjang, BMKS Indonesia diharapkan berkembang menjadi salah satu referensi harga mineral dan komoditas di pasar global.

Indonesia Didorong Menjadi Price Maker

Setelah mampu menjadi price influencer, Sarjito menargetkan posisi Indonesia meningkat menjadi price maker atau pihak yang menjadi acuan utama dalam pembentukan harga komoditas strategis.

Sarjito menilai Indonesia harus mempunyai kemampuan sekaligus kepercayaan diri untuk mencapai posisi tersebut.

“Dan at the end, kita tentu harus sanggup dan mampu, confident untuk menjadi price-maker,” ujar Sarjito.

Menurut Sarjito, penguatan peran bursa mineral dan komoditas strategis tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Sarjito Resmi Jabat Kepala Eksekutif Pengawas BMKS

Sarjito resmi menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK untuk periode 2026–2031 setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Sunarto di Jakarta, Rabu.

Sarjito berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Ia juga meminta kalangan media ikut mengawal pengembangan BMKS sekaligus memberikan kritik yang bersifat membangun.

“Oleh karena itu, dengan ditunjukkan saya atas amanah yang sangat bagus buat seluruh rakyat Indonesia dan bangsa Indonesia ini, akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Tolong nanti teman-teman wartawan membantu. Anda boleh mengkritisi, tetapi harus membangun. Kita bersama-sama kawal bersama tujuan mulia ini,” ujar Sarjito.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026