HOME  ⁄  Ekonomi

Tim Ekspedisi Patriot ITB Dampingi 39 Guru Jayapura Manfaatkan Papan Interaktif Digital

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tim Ekspedisi Patriot ITB Dampingi 39 Guru Jayapura Manfaatkan Papan Interaktif Digital
Foto: (Sumber :Sejumlah guru mengikuti pendampingan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dan pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) oleh Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung (ITB) di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua. (ANTARA/HO-Kementerian Transmig.)

Pantau - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Bandung (ITB) mendampingi 39 guru sekolah dasar di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, untuk memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID) dalam kegiatan pembelajaran. 

Program peningkatan kapasitas tersebut ditargetkan menjangkau 15 sekolah di Distrik Yapsi, sementara hingga kini 39 guru dari lima sekolah telah mengikuti pendampingan dan mempraktikkan penggunaan PID.

Lima sekolah yang telah mengikuti kegiatan tersebut adalah SD Negeri Bundru, SD Inpres SP 3, SD Inpres SP 4, SD Inpres SP 2, dan SD Inpres SP 6.

Guru SD Inpres SP 6 Yapsi Maria mengatakan pendampingan membantu para guru memahami pengoperasian PID di tengah keterbatasan jaringan internet.

“Pendampingan ini sangat bermanfaat karena membantu kami yang awalnya belum mengetahui cara penggunaan PID menjadi lebih memahami pengoperasiannya,” kata Maria.

Guru Dilatih Membuat Media Pembelajaran Interaktif

Materi pendampingan meliputi pengoperasian PID, pemanfaatan fitur anotasi pada layar, serta pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI).

Pendampingan juga mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembuatan media pembelajaran.

Maria mengatakan keterbatasan jaringan internet tidak harus menghalangi guru memanfaatkan perangkat digital untuk menciptakan kegiatan belajar yang lebih menarik bagi siswa.

Anggota Tim 10 TEP ITB Hilarius Donatus Hun mengatakan tim tetap menjangkau sekolah sasaran meskipun menghadapi jarak tempuh dan kondisi jalan berbatu di wilayah pedalaman Yapsi.

Selain memberikan pendampingan, tim merencanakan penyerahan 15 unit laptop kepada 15 sekolah sasaran guna mendukung kegiatan pembelajaran berbasis teknologi.

Tim juga menjadwalkan lokakarya bertema “Pembelajaran Mendalam” bersama akademisi Universitas Cenderawasih pada 19 September 2026 sebagai kelanjutan program peningkatan kapasitas guru.

Digitalisasi Pendidikan Menjangkau Wilayah 3T

Kementerian Transmigrasi menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pemerataan pemanfaatan teknologi pendidikan, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses digital.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Juli 2026, program digitalisasi pembelajaran pada 2025 telah menjangkau 288.865 satuan pendidikan dengan PID dan perangkat pendukung.

Sebanyak 8.265 satuan pendidikan mendapatkan akses internet dan 2.389 satuan pendidikan memperoleh dukungan listrik.

Pada periode yang sama, sebanyak 33.156 guru dan tenaga kependidikan telah mengikuti pelatihan pemanfaatan pembelajaran digital.

Khusus wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), program menjangkau 13.838 sekolah, termasuk dukungan internet bagi 4.316 sekolah dan listrik untuk 49 sekolah.

Pemerintah juga menyalurkan 30.285 unit laptop dan perangkat penyimpanan eksternal guna mendukung pembelajaran digital di wilayah 3T.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan peserta TEP diharapkan mampu membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu memecahkan persoalan nyata di tengah masyarakat. Patriot muda harus jadi problem solver,” ujar Iftitah.

TEP 2026 melibatkan 1.476 peserta dalam 246 tim yang bertugas di 53 kawasan transmigrasi, termasuk 10 kawasan penugasan di Papua.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026