
Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) menjalankan program revitalisasi terhadap 114 sekolah dan lembaga pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP pada tahun ini.
Seluruh sekolah dan lembaga pendidikan penerima program tersebut telah melalui tahapan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi dan mulai melaksanakan pekerjaan.
Sekretaris Disdikpora Bantul Titik Sunarti Widyaningsih mengatakan penerima program terdiri atas 17 SMP, 36 SD, dan 61 lembaga PAUD.
"Untuk jenjang SMP ada 17 sekolah, SD 36 sekolah, dan PAUD ada 61 lembaga yang sudah PKS," katanya.
Progres Revitalisasi Berbeda di Setiap Sekolah
Titik menjelaskan progres pembangunan di setiap sekolah dan lembaga pendidikan berbeda karena menyesuaikan waktu penandatanganan PKS serta penerimaan dana revitalisasi.
"Progresnya bermacam-macam tergantung tanggal PKS, tanggal dimulai setelah dana diterima masing-masing sekolah/lembaga," ujarnya.
Sasaran pembangunan atau perbaikan di setiap sekolah juga berbeda sesuai kebutuhan dan pilihan fasilitas yang tersedia dalam aplikasi program.
Revitalisasi dapat menyasar pembangunan maupun perbaikan ruang kelas, ruang administrasi, unit kesehatan sekolah (UKS), toilet, sanitasi, hingga penataan lingkungan sekolah.
"Tergantung menu yang muncul di aplikasi dalam program tersebut," katanya.
Target penyelesaian pekerjaan juga berbeda karena pelaksanaan revitalisasi di seluruh sekolah tidak dimulai secara serentak.
Sejumlah sekolah ditargetkan menyelesaikan pekerjaan pada Oktober, sementara sekolah lainnya memiliki target pada November maupun bulan berikutnya.
Disdikpora Bantul memastikan seluruh program revitalisasi tersebut ditargetkan selesai tahun ini dengan batas maksimal pekerjaan diperkirakan pada pertengahan Desember sesuai PKS masing-masing sekolah.
"Ada yang Oktober, November dan sebagainya. Maksimal pertengahan bulan Desember tergantung PKS," ujarnya.
Disdikpora Bantul berharap pelaksanaan pembangunan di seluruh sekolah penerima program berjalan tanpa kendala.
Perencanaan revitalisasi telah disusun berdasarkan petunjuk teknis dan panduan program revitalisasi sekolah dari Pemerintah Pusat.
Pelaksanaan pekerjaan juga mendapatkan pendampingan dari tim teknis selama program berlangsung.
"Ada pendampingan tim teknis juga yang terdiri dari perencana fasilitas pengawas," katanya.
Revitalisasi SD Negeri Balong Rampung 100 Persen
Salah satu sekolah yang telah menyelesaikan pekerjaan fisik revitalisasi adalah SD Negeri Balong di Kalurahan Timbulharjo.
Tim Pelaksana Pembangunan SD Negeri Balong, Jepri, mengatakan progres fisik revitalisasi di sekolah tersebut telah mencapai 100 persen.
"Tinggal penyusunan administrasi, terus laporan ke pihak revitalisasinya," katanya.
Setelah pekerjaan fisik rampung, SD Negeri Balong masih harus menyelesaikan tahapan administrasi dan menyampaikan laporan program revitalisasi.
Program revitalisasi di SD Negeri Balong menyasar sejumlah fasilitas, meliputi ruang kelas, perpustakaan, UKS, selasar sekolah, dan pagar.
Pekerjaan revitalisasi di SD Negeri Balong mulai dilaksanakan sekitar Juli tahun ini.
- Penulis :
- Shila Glorya




