HOME  ⁄  Nasional

Pertamina Foundation Rombak Dewan Pengawas dan Tetapkan Rektor Baru Universitas Pertamina

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pertamina Foundation Rombak Dewan Pengawas dan Tetapkan Rektor Baru Universitas Pertamina
Foto: Pertamina Foundation memperkenalkan formasi baru dewan pengawas serta Rektor Universitas Pertamina saat kegiatan town hall meeting (sumber: PT Pertamina)

Pantau - Pertamina Foundation mengumumkan formasi baru Dewan Pengawas serta menetapkan Prof Dr Ir Ichsan Setya Putra sebagai Rektor Universitas Pertamina periode 2026–2031 untuk memperkuat tata kelola dan kesinambungan organisasi dalam menghadapi tantangan serta peluang ke depan.

President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari mengatakan perubahan kepemimpinan tersebut diharapkan menghadirkan energi, perspektif, dan kolaborasi baru tanpa meninggalkan fondasi, capaian, serta nilai yang telah dibangun para pemimpin sebelumnya.

"Formasi baru Dewan Pengawas Pertamina Foundation serta Rektor Universitas Pertamina ini sebagai bagian dari langkah penguatan tata kelola dan kesinambungan organisasi dalam menjawab tantangan serta peluang ke depan," kata Agus saat kegiatan town hall meeting.

Kepemimpinan Baru Perkuat Peran Pertamina Foundation

Formasi baru Dewan Pengawas Pertamina Foundation dipimpin Robby Rafid sebagai Ketua Dewan Pengawas.

Arya Dwi Paramita, Ivahtun Nurhayati, Erni Ginting, dan Bambang Pediantoro ditetapkan sebagai Anggota Dewan Pengawas Pertamina Foundation.

Sementara itu, Prof Dr Ir Ichsan Setya Putra ditetapkan sebagai Rektor Universitas Pertamina periode 2026–2031 menggantikan Prof Dr Ir Wawan Gunawan A Kadir yang menjabat pada periode 2023–2026.

Pertamina Foundation merupakan badan penyelenggara Universitas Pertamina sekaligus mitra Pertamina dalam menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Pertamina Foundation juga berperan mendukung penguatan ekosistem yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis Pertamina Group.

Selain itu, yayasan tersebut menjadi jembatan antara ekosistem Pertamina dan masyarakat, terutama kelompok marginal serta masyarakat yang membutuhkan akses terhadap pendidikan tinggi.

Agus menegaskan pergantian kepemimpinan bukan sekadar proses serah terima jabatan, melainkan bagian dari keberlanjutan organisasi.

"Town hall meeting ini bukan sekadar acara serah terima jabatan, melainkan bentuk keberlanjutan perjalanan. Kita menghargai dan belajar dari masa lalu, namun harus terus melangkah ke depan. Pertamina Foundation harus menjadi enabler dan katalisator transformasi Pertamina Group," kata Agus.

Bidik Zero Incident hingga Pengembangan Riset Energi

Pertamina Foundation ke depan menargetkan zero incident dalam aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta pengembangan teknologi informasi atau IT yang unggul.

Organisasi tersebut juga akan mendorong kreativitas riset di bidang biofuel, solar panel, dan waste management atau pengelolaan limbah.

Pengembangan riset itu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi bisnis Pertamina sekaligus masyarakat.

Pertamina Foundation juga akan memperkuat pengembangan bisnis agar institusi tersebut dapat tumbuh menjadi pemain global.

Pertamina Foundation Catat Sejumlah Capaian

Agus mengatakan Pertamina Foundation bersama Universitas Pertamina telah menghasilkan berbagai capaian nyata dalam sejumlah sektor strategis.

Pada sektor inovasi energi bersih, sebanyak 36 proyek inovasi teknologi telah dikembangkan.

"Di sektor inovasi energi bersih, sebanyak 36 proyek inovasi teknologi berhasil dikembangkan hingga mampu menekan emisi karbon mencapai 34.719 kg CO2 per tahun," kata Agus.

Pada sektor pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif, Pertamina Foundation telah mengembangkan 44 Desa Energi Berdikari dan memberikan pelatihan kepada 6.325 UMKM.

Melalui program PFpreneur, bantuan modal usaha telah disalurkan kepada 840 UMKM.

Melalui program inovasi sosial muda PFmuda, Pertamina Foundation telah mendampingi 367 proyek sosial dan membina 86 unit bisnis sociopreneur.

Dalam bidang keberlanjutan lingkungan dan konservasi, Pertamina Foundation memperkuat program reforestasi dengan mendukung pengelolaan lahan seluas 2.939 hektare.

Lahan tersebut terdiri atas 2.663 hektare area terestrial dan 276 hektare area pesisir.

Program penanaman pohon telah mencapai 4,7 juta bibit yang terdiri atas 1,9 juta bibit tanaman daratan dan 2,8 juta bibit mangrove.

Dalam bidang pendidikan dan inovasi, Pertamina Foundation menjalankan program PFprestasi dan PFsains yang telah mendukung 6.619 penerima beasiswa.

Para penerima beasiswa tersebut tersebar di 44–47 perguruan tinggi mitra di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026