
Pantau - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI menginisiasi pembentukan konsorsium perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memperkuat kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.
Konsorsium tersebut dirancang untuk mendorong perguruan tinggi bekerja bersama pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri dengan mengoptimalkan sumber daya serta kepakaran yang dimiliki masing-masing pihak.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menyampaikan hal tersebut seusai membuka Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta di Yogyakarta, Rabu.
"Konsorsium ini dimaksudkan untuk bekerja bersama-sama antarperguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri dalam rangka mengatasi problem yang ada di wilayah masing-masing," kata Fauzan.
Perguruan Tinggi Didorong Bekerja Bersama
Menurut Fauzan, keberadaan konsorsium diharapkan mengubah pola penyelesaian persoalan daerah yang selama ini cenderung dilakukan secara sendiri-sendiri oleh perguruan tinggi maupun pemerintah daerah.
Pola kerja secara terpisah atau parsial tersebut dinilai menghasilkan dampak yang kurang efektif sehingga konsorsium menjadi langkah awal untuk mendorong kolaborasi antarkampus di DIY.
"Kalau selama ini barangkali apa yang dikerjakan perguruan tinggi itu masih bersifat sendiri-sendiri atau parsial, hasilnya kurang efektif. Maka, pada hari ini kita memulai bagaimana perguruan tinggi itu bisa bekerja bersama-sama," katanya.
Fauzan menegaskan perguruan tinggi pada hakikatnya merupakan bagian dari masyarakat sehingga tidak seharusnya berada di Menara Gading tanpa terlibat dalam penyelesaian persoalan masyarakat.
Perguruan tinggi di DIY diharapkan memberikan kontribusi nyata dan menjadi problem solver atau pemecah masalah terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
"Oleh karena itu, kita berharap betul perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di DIY ini berkontribusi atau menjadi problem solver terhadap persoalan-persoalan yang tadi sudah disampaikan oleh Gubernur DIY. Saya kira itu semangatnya," kata Fauzan.
Melalui konsorsium tersebut, pemerintah juga berharap dapat mengoptimalkan potensi pakar, ahli, dosen, dan mahasiswa dari beragam bidang keahlian di perguruan tinggi.
Sumber daya dan kepakaran di lingkungan kampus tersebut diharapkan dapat digerakkan serta dikolaborasikan dengan instansi terkait untuk membantu menangani persoalan krusial pemerintah daerah.
"Perguruan tinggi ini kan pada hakikatnya tempatnya orang pintar, orang unggul, ada mahasiswa dan dosen yang memiliki kepakaran berbeda-beda. Tentu itu harus kita gerakkan, bekerja sama dengan instansi terkait untuk bersama-sama mengatasi masalah," katanya.
Sri Sultan Harapkan Kolaborasi Lebih Efektif
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai pembentukan konsorsium perguruan tinggi se-DIY akan semakin meningkatkan peran kampus dalam membantu pemerintah daerah.
Perguruan tinggi diharapkan dapat bekerja bersama pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan sekaligus memberikan masukan dalam proses pengambilan kebijakan daerah.
Sri Sultan mengatakan Pemerintah DIY selama ini telah banyak menjalin nota kesepahaman atau MoU dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Menurut dia, keberadaan kebijakan yang lebih menyeluruh secara nasional diharapkan membuat pola dialog dan pendekatan antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi berjalan lebih efektif.
"Kita selama ini juga banyak dengan perguruan tinggi pemerintah maupun swasta melakukan MoU, jadi hanya tinggal dengan kebijakan secara menyeluruh, nasional begini bisa lebih efektif di dalam pola dialog maupun pendekatan," katanya.
Sri Sultan mengatakan pemerintah kabupaten dan kota di DIY juga telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dalam menangani berbagai bidang sesuai kebutuhan daerah.
Salah satu bentuk kerja sama tersebut dilakukan dengan melibatkan seorang profesor berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan untuk membantu pemerintah daerah memahami dan menangani bidang tertentu.
Profesor yang dilibatkan dalam kerja sama itu berganti setiap enam bulan sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah.
- Penulis :
- Shila Glorya




