HOME  ⁄  Nasional

Minat Warga Vietnam Belajar Bahasa Indonesia Meningkat, BIPA Jadi Jembatan Hubungan Kedua Negara

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Minat Warga Vietnam Belajar Bahasa Indonesia Meningkat, BIPA Jadi Jembatan Hubungan Kedua Negara
Foto: Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam Adam M. Tugio mengatakan bahwa minat masyarakat untuk berbahasa Indonesia semakin memperkuat hubungan antar masyarakat di kedua negara (sumber: KBRI Hanoi)

Pantau - Minat masyarakat Vietnam mempelajari Bahasa Indonesia terus meningkat seiring semakin eratnya hubungan Indonesia dan Vietnam dalam berbagai bidang.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam Adam M. Tugio mengatakan peningkatan minat tersebut semakin memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan Adam ketika membuka Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Hanoi University (HANU) pada 7 September 2026.

Program pembelajaran Bahasa Indonesia tersebut telah dikembangkan sejak 2018 dengan tujuan membangun jembatan yang menghubungkan masyarakat Indonesia dan Vietnam.

"Ketika pertama kali meluncurkan program ini pada 2018, kami bermimpi membangun jembatan antara masyarakat kedua negara. Saat ini, mimpi tersebut telah berakar. Ini bukan sekadar kelas biasa, melainkan jembatan hidup antara Indonesia dan Vietnam," kata Adam, sebagaimana keterangan pers KBRI Hanoi, Rabu.

Sekitar 700 Orang Daftar Program BIPA

Peningkatan minat belajar Bahasa Indonesia terlihat dari semakin banyaknya mahasiswa maupun masyarakat umum yang mengikuti Program BIPA di Vietnam.

Pada 2026, Program BIPA diselenggarakan di tiga lokasi di Hanoi, yakni Hanoi University (HANU), University of Social Sciences and Humanities (USSH) di Vietnam National University Hanoi, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hanoi.

Dari tiga lokasi tersebut, sekitar 700 orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Program BIPA dan sekitar 300 peserta saat ini mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia.

Hanoi University mencatat sekitar 450 orang mendaftarkan diri untuk mengikuti Program BIPA.

Sementara itu, lebih dari 200 orang mendaftar untuk mengikuti kelas Bahasa Indonesia yang diselenggarakan di KBRI Hanoi.

Kegiatan pembelajaran BIPA di Hanoi diajar oleh Dewi Puspa Arum, pengajar BIPA asal Indonesia yang ditugaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Dewi ditugaskan mengajar Bahasa Indonesia di Hanoi selama periode September hingga November 2026.

Program BIPA tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan peserta menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi juga memberikan kesempatan mengenal budaya, tradisi, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, peserta memperoleh pemahaman lebih luas mengenai Indonesia dan masyarakatnya selain mempelajari bahasa.

Bahasa Indonesia Buka Peluang bagi Warga Vietnam

Menurut Adam, peningkatan minat masyarakat Vietnam mempelajari Bahasa Indonesia berlangsung seiring berkembangnya hubungan kedua negara dalam bidang perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, hingga kebudayaan.

Hubungan bilateral Indonesia dan Vietnam semakin erat setelah status hubungan kedua negara ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif atau Comprehensive Strategic Partnership (CSP) pada 2025.

Kemitraan tersebut akan diimplementasikan melalui Rencana Aksi 2026–2030 yang telah disepakati pada Juli 2026.

Seiring semakin luasnya interaksi kedua negara, kemampuan berbahasa Indonesia dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat Vietnam dalam mengembangkan peluang di bidang bisnis, pariwisata, diplomasi, pendidikan, penerjemahan, media, dan kerja sama internasional.

"Bahasa lebih dari sekadar kata-kata. Bahasa merupakan pintu gerbang menuju budaya lain sekaligus alat nyata untuk membuka peluang. Baik bisnis, perdagangan, pariwisata, industri kreatif maupun melanjutkan pendidikan. Kemampuan berkomunikasi dengan nyaman akan membawa perubahan," kata Adam.

Bagi KBRI Hanoi, Program BIPA merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan, pertukaran budaya, hubungan antarkampus, serta hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Vietnam.

Meningkatnya popularitas Program BIPA juga menunjukkan hubungan bilateral kedua negara tidak hanya diperkuat melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui rasa ingin tahu, persahabatan, serta hubungan yang dibangun generasi muda Indonesia dan Vietnam.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026