HOME  ⁄  Nasional

Baznas Gelontorkan Rp22 Miliar untuk Biayai Kuliah S2 200 Mahasiswa Palestina di Indonesia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Baznas Gelontorkan Rp22 Miliar untuk Biayai Kuliah S2 200 Mahasiswa Palestina di Indonesia
Foto: Tangkapan layar - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Beasiswa Cendekia Palestina di Jakarta, Rabu 9/9/2026 (sumber: ANTARA/Sean Filo Muhamad)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengalokasikan dana Rp22 miliar untuk memberikan beasiswa pendidikan jenjang magister atau S2 kepada 200 mahasiswa asal Palestina agar dapat menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Beasiswa tersebut disalurkan melalui Program Beasiswa Cendekia Palestina sebagai alternatif penyaluran bantuan masyarakat Indonesia untuk Palestina.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad mengatakan skema tersebut dipilih karena penyaluran bantuan secara langsung ke Palestina saat ini belum dapat berjalan optimal akibat situasi dan kondisi yang belum kondusif.

"Maka, kami mengambil inisiatif untuk mengubah skema bantuan, yaitu memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Palestina yang sudah lulus S1 untuk kuliah S2 di Indonesia," kata Idy dalam kegiatan Peluncuran Beasiswa Cendekia Palestina di Jakarta, Rabu.

Baznas Siapkan Rp22 Miliar untuk 200 Mahasiswa Palestina

Idy mengatakan terdapat kajian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengenai kebutuhan mahasiswa internasional di berbagai perguruan tinggi Indonesia.

Berdasarkan kajian tersebut, banyak perguruan tinggi di Indonesia membutuhkan mahasiswa internasional untuk membantu meningkatkan reputasi mereka di tingkat global.

Kondisi itu dinilai selaras dengan ketersediaan anggaran Baznas yang diperuntukkan bagi Palestina, tetapi belum dapat disalurkan secara langsung secara optimal.

"Nah, ini artinya adalah gayung bersambut. Kami memiliki anggaran untuk Palestina, tapi belum kita salurkan langsung ke Palestina. Kemudian, ada kondisi perguruan tinggi kita membutuhkan mahasiswa internasional. Untuk itu, kami mengalokasikan insya Allah sebesar Rp22 miliar untuk 200 mahasiswa asal Palestina untuk kuliah di Indonesia," ujar Idy.

Melalui program tersebut, bantuan bagi masyarakat Palestina disalurkan dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.

Pada saat bersamaan, kehadiran mahasiswa Palestina diharapkan dapat membantu perguruan tinggi Indonesia meningkatkan jumlah mahasiswa internasional.

Idy berharap berbagai bentuk kolaborasi lainnya dapat dikembangkan sehingga pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memberikan manfaat dan dampak yang semakin luas.

Mendiktisaintek Apresiasi Program Beasiswa Palestina

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengapresiasi kolaborasi bersama Baznas dalam pelaksanaan Program Beasiswa Cendekia Palestina.

Brian berharap program tersebut dapat membantu mahasiswa asal Palestina melanjutkan pendidikan sekaligus memberikan manfaat bagi perguruan tinggi di Indonesia.

Program itu juga menjadi salah satu upaya meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di kampus-kampus Indonesia.

Peningkatan jumlah mahasiswa internasional diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas dan reputasi perguruan tinggi dalam negeri.

Brian mengatakan dana beasiswa tetap digunakan untuk program Palestina sesuai dengan amanah pihak yang memberikan bantuan.

"Beasiswa ini nantinya digunakan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing, program peningkatan jumlah mahasiswa asing di kampus-kampus kita, karena memang amanah dari pemberinya untuk program Palestina. Akhirnya kita gunakan untuk mendatangkan masyarakat Palestina untuk belajar di kampus-kampus kita." tutur Brian Yuliarto.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026