HOME  ⁄  Ekonomi

Konflik AS-Iran Memanas dan Harga Minyak Melonjak, IHSG Ditutup Melemah 0,73 Persen

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Konflik AS-Iran Memanas dan Harga Minyak Melonjak, IHSG Ditutup Melemah 0,73 Persen
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 47,96 poin atau 0,73 persen ke posisi 6.541,38 pada perdagangan Jumat sore, seiring meningkatnya sikap risk off investor akibat lonjakan harga minyak dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut turun 6,26 poin atau 0,95 persen ke posisi 649,72.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai pelemahan pasar saham domestik dan regional dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“IHSG dan bursa regional Asia melemah dampak dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan melonjaknya harga minyak yang membebani sentimen,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Konflik AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS

Konflik berkepanjangan di Timur Tengah telah mendorong harga minyak mentah global menembus level di atas 100 dolar AS per barel dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.

Harga minyak bergerak ke level tinggi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya tidak mengharapkan perang Iran berakhir sebelum pemilihan paruh waktu pada November 2026.

Trump juga menyatakan harga minyak kemungkinan tidak akan turun hingga periode tersebut.

Para pejabat tinggi Amerika Serikat dilaporkan telah memperingatkan Trump bahwa perang berpotensi berlangsung hingga akhir masa jabatannya pada Januari 2029.

Di sisi lain, para pemimpin Iran dilaporkan tetap bertekad melanjutkan peperangan meskipun biaya ekonomi akibat konflik terus meningkat karena memandang konflik tersebut sebagai ancaman eksistensial.

Iran juga mengklaim Teheran telah berhasil membangun kembali kemampuan rudalnya dan dapat meningkatkan intensitas serangan terhadap aset Amerika Serikat serta negara-negara Teluk apabila Washington meningkatkan serangannya.

“Konflik yang meningkat antara AS dan Iran memicu kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi global,” ujar Nico.

Selain perkembangan konflik di Timur Tengah, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat setelah PPI Final Demand sebelumnya menunjukkan peningkatan.

PPI Final Demand Amerika Serikat secara bulanan meningkat dari 0,1 persen month to month (mtm) menjadi 0,4 persen (mtm).

Secara tahunan, PPI Final Demand meningkat dari 4,3 persen year on year (yoy) menjadi 4,6 persen (yoy).

Perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa rangkaian data inflasi Amerika Serikat akan terus meningkat di tengah kenaikan harga energi akibat perang berkepanjangan.

“Sehingga, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pekan depan (16 September 2026),” ujar Nico.

Survei BI Tunjukkan Penjualan Riil Membaik

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada hasil survei Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juli 2026 tumbuh 1,1 persen secara tahunan.

Kinerja tersebut membaik dibandingkan Juni 2026 ketika IPR mengalami kontraksi sebesar 3,0 persen secara tahunan.

“Pencapaian itu memberikan gambaran akan permintaan konsumen yang terjaga,” ujar Nico.

Pelaku pasar juga memperhatikan potensi peningkatan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena kenaikan harga minyak dunia dapat menambah beban subsidi energi.

Seluruh Sektor Saham Berakhir di Zona Merah

Dalam perdagangan Jumat, IHSG dibuka melemah dan bertahan di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama.

Memasuki sesi kedua, IHSG tetap bergerak di zona merah hingga perdagangan saham berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor saham tercatat mengalami pelemahan.

Sektor barang konsumen nonprimer mengalami penurunan terdalam sebesar 1,38 persen, disusul sektor transportasi dan logistik sebesar 1,26 persen serta sektor infrastruktur sebesar 1,20 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar terdiri atas PTSN, SAPX, MITI, SRAJ, dan MBTO.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah GSMF, MSKY, JAWA, APIC, dan UDNG.

Frekuensi perdagangan saham sepanjang hari tercatat sebanyak 1,916 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 28,59 miliar lembar.

Total nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp14,66 triliun.

Sebanyak 197 saham mengalami kenaikan harga, 471 saham melemah, dan 295 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Mayoritas Bursa Asia Ikut Melemah

Pelemahan IHSG berlangsung sejalan dengan mayoritas bursa saham regional Asia pada Jumat sore.

Indeks Nikkei melemah 1,87 persen ke posisi 64.050,00, sedangkan indeks Shanghai turun 1,18 persen ke posisi 3.888,11.

Indeks Hang Seng melemah 0,60 persen ke posisi 24.805,63 dan indeks Kospi turun 1,76 persen ke posisi 6.909,91.

Berbeda dengan mayoritas bursa regional, indeks Straits Times menguat 4,27 persen ke posisi 5.694,02.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026