HOME  ⁄  Ekonomi

Bahlil Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman, Antrean di Makassar Dipicu Peralihan Konsumen ke BBM Subsidi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bahlil Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman, Antrean di Makassar Dipicu Peralihan Konsumen ke BBM Subsidi
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta, Senin 14/9/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman di tengah munculnya antrean panjang pembelian BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama di Makassar, Sulawesi Selatan.

Cadangan BBM nasional saat ini disebut berada di kisaran 20 hari, sementara standar nasional minimal berada pada kisaran 21–28 hari.

“Jadi, untuk cadangan nasional kita nggak ada masalah,” ungkap Bahlil.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta pada Senin.

Bahlil Sebut Terjadi Peralihan Konsumsi BBM

Bahlil mengatakan telah melakukan pengecekan langsung untuk mengetahui penyebab antrean pembelian BBM yang terjadi di sejumlah SPBU.

Menurut dia, cadangan nasional sekitar 20 hari seharusnya membuat persoalan antrean tidak terjadi akibat masalah ketersediaan BBM secara nasional.

“Aku udah cek apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak (antre). Ternyata, bapak ibu semua, itu adalah ada sebagian yang shifting (berpindah),” ungkap Bahlil.

Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, Bahlil menyebut terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi menuju BBM bersubsidi.

Perpindahan konsumsi itu disebut terjadi setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan sehingga sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi.

Bahlil menyatakan tidak mempermasalahkan perubahan pola konsumsi tersebut, tetapi mengimbau masyarakat yang tergolong mampu agar tidak menggunakan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar.

“Yang tadinya tidak memakai subsidi, mereka beralih ke minyak (BBM) subsidi. Ya nggak apa-apa, tetapi saya mohon, saya menghimbau kepada saudara-saudara kita yang mampu, yang mobilnya bagus, pakai perasaan lah,” kata Bahlil.

Antrean di Makassar Kembali Normal

Dalam tiga hari terakhir, antrean kendaraan yang hendak membeli BBM dilaporkan meningkat hingga lebih dari 50 persen dan turut mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Berdasarkan pantauan pada Senin pagi, antrean pembelian BBM di SPBU Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, telah terlihat normal dengan hanya belasan kendaraan yang mengantre.

Kondisi tersebut membuat petugas SPBU dapat kembali melayani konsumen dengan lancar.

Pemerintah setempat telah menerbitkan aturan untuk mengendalikan pembelian BBM sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pengaturan pembelian BBM berdasarkan sistem ganjil-genap nomor polisi kendaraan.

Pemerintah juga mengatur waktu pembelian BBM bagi kendaraan berukuran besar seperti truk dan bus yang diwajibkan mengantre pada malam hari agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Pertamina turut mengambil langkah dengan menambah pasokan BBM serta memperpanjang waktu operasional SPBU untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Setelah sejumlah kebijakan tersebut diterapkan, antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM dilaporkan telah kembali normal.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026