HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Bidik Pasar Amerika Latin, INA-LAC 2026 Andalkan CEPA dengan Chile

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Indonesia Bidik Pasar Amerika Latin, INA-LAC 2026 Andalkan CEPA dengan Chile
Foto: Arsip - Suasana pembukaan agenda Misi Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (INALAC) 2025 di Sao Paulo, Brasil, Senin 22/9/2025 (sumber: Kemlu RI)

Pantau - Indonesia kembali mengirimkan misi bisnis ke kawasan Amerika Latin dan Karibia melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) 2026 yang akan dipusatkan di Santiago, Chile, pada 1–2 Oktober 2026.

Pemerintah berharap Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Chile dapat membantu mengoptimalkan capaian delegasi Indonesia dalam memperluas perdagangan, investasi, dan kemitraan industri di kawasan tersebut.

Direktur II Amerika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Riris Wusananingdyah mengatakan misi dagang tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia mendobrak pasar Amerika Latin dan Karibia sekaligus memperkuat jembatan kemitraan antara industri nasional dan mitra bisnis di kawasan.

CEPA Jadi Pertimbangan Indonesia Pilih Chile

Keberadaan CEPA antara Indonesia dan Chile menjadi salah satu pertimbangan pemerintah memilih Chile sebagai lokasi penyelenggaraan INA-LAC 2026.

Menurut Riris, implementasi CEPA kedua negara juga telah berada dalam kondisi yang semakin maju sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendorong penetrasi produk dan industri Indonesia.

“Salah satu pertimbangan agar INA-LAC diselenggarakan di Chile adalah karena kita sudah punya CEPA dengan negara tersebut dan kondisinya sudah semakin maju,” ungkap Riris.

Delegasi Indonesia dalam INA-LAC 2026 sejauh ini terdiri atas perwakilan 21 perusahaan yang telah melalui proses kurasi Kemlu RI, dengan jumlah peserta masih berpeluang bertambah.

Perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor, antara lain industri otomotif dan suku cadang, makanan dan minuman, alat kesehatan, serta farmasi.

Riris juga menyoroti peluang PT Dirgantara Indonesia untuk kembali berpartisipasi setelah perusahaan tersebut mengikuti misi bisnis INA-LAC pada 2024 dan 2025.

Keikutsertaan PT Dirgantara Indonesia dinilai dapat memperlihatkan kemampuan industri nasional dalam menyediakan layanan terkait pengadaan maupun perawatan pesawat.

“Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pengadaan maupun perawatan pesawat dapat disediakan oleh pihak Indonesia,” kata Riris.

Delegasi Indonesia tidak hanya melibatkan perusahaan besar karena Kemlu RI juga memastikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menjadi bagian dari misi bisnis tersebut.

UMKM yang berpartisipasi antara lain bergerak dalam bidang kerajinan furnitur serta makanan dan minuman dan dinilai telah memiliki kesiapan bersaing di tingkat internasional.

Keikutsertaan UMKM diharapkan sekaligus memperlihatkan kualitas usaha rakyat Indonesia kepada calon mitra bisnis di Amerika Latin dan Karibia.

Perdagangan Indonesia-Amerika Latin Masih Sekitar 3 Persen

INA-LAC 2026 digelar ketika kinerja perdagangan Indonesia dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia mengalami penguatan, meskipun porsinya terhadap perdagangan global Indonesia masih relatif kecil.

Pada 2025, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Latin dan Karibia mencapai 7,6 miliar dolar AS, sementara nilai impor dari kawasan tersebut mencapai 8,5 miliar dolar AS.

Perdagangan dan investasi Indonesia dengan kawasan tersebut hingga kini disebut baru memiliki porsi sekitar 3 persen dari perdagangan global Indonesia.

Riris menilai angka tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan besarnya potensi ekonomi yang dimiliki negara-negara Amerika Latin dan Karibia.

Karena itu, INA-LAC 2026 dirancang untuk mempertemukan perusahaan Indonesia dan mitra bisnis di kawasan secara lebih intensif guna membuka peluang transaksi serta kerja sama baru.

Kemlu RI akan memfasilitasi kunjungan industri ke pabrik setempat sebagai salah satu rangkaian kegiatan selama dua hari penyelenggaraan INA-LAC 2026.

Selain kunjungan industri, pemerintah akan memfasilitasi forum bisnis yang diharapkan membuka ruang interaksi langsung antara perusahaan Indonesia dan calon mitra bisnis di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

INA-LAC 2026 juga akan menghadirkan forum bisnis khusus sektor energi dan pertambangan yang menjadi ruang bagi sejumlah perusahaan Indonesia untuk memaparkan berbagai peluang kerja sama.

INA-LAC Lanjutkan Strategi Jemput Bola

Penyelenggaraan INA-LAC 2026 di Chile menjadi kali ketiga misi bisnis tersebut digelar dengan pola “jemput bola” langsung di negara kawasan Amerika Latin.

Pada 2024, misi bisnis INA-LAC diselenggarakan di Lima, Peru, kemudian berlanjut di Sao Paulo, Brasil, pada 2025.

Sebelum menggunakan pola penyelenggaraan langsung di kawasan Amerika Latin, Forum Bisnis INA-LAC pada periode 2019–2023 dilaksanakan di Jakarta.

Pemilihan Chile pada 2026 sekaligus dimanfaatkan Indonesia untuk mengoptimalkan CEPA dengan negara tersebut serta memperluas perdagangan, investasi, dan kemitraan industri dengan Amerika Latin dan Karibia.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026