HOME  ⁄  Ekonomi

KADI Mulai Penyelidikan Antidumping Impor Baja Lapis Seng Asal China yang Kuasai 81 Persen Impor

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KADI Mulai Penyelidikan Antidumping Impor Baja Lapis Seng Asal China yang Kuasai 81 Persen Impor
Foto: (Sumber :Arsip - Petugas beraktivitas di pabrik pembuatan baja Kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/10/2019). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc.)

Pantau - Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) memulai penyelidikan antidumping terhadap impor baja lapis seng atau galvanis (BJLS) asal China pada Selasa (15/9/2026) setelah menemukan indikasi peningkatan impor yang mengakibatkan kerugian bagi industri dalam negeri.

Ketua KADI Frida Adiati mengatakan penyelidikan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan PT Tata Metal Lestari dan PT Arcelormittal Nippon Steel Indonesia yang mewakili industri dalam negeri.

"Berdasarkan hasil kajian terhadap kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor BJLS asal Tiongkok yang mengakibatkan kerugian bagi industri dalam negeri,” ujar Frida dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Produk BJLS yang diselidiki tercakup dalam sejumlah kode Harmonized System (HS) berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022.

Impor BJLS dari China Capai 2,07 Juta Metrik Ton

Frida menjelaskan total impor BJLS Indonesia dari seluruh dunia sepanjang 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2025 mencapai 2.562.407 metrik ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.075.801 metrik ton atau sekitar 81 persen berasal dari China.

Objek penyelidikan mencakup produk dengan kode HS 7210.49.11, 7210.49.17, 7210.49.18, 7210.49.19, 7212.30.12, 7212.30.13, 7212.30.19, 7225.92.90, dan 7225.99.90.

Penyelidikan Bisa Berlangsung hingga 18 Bulan

KADI akan melakukan penyelidikan antidumping paling lama 12 bulan dan dapat memperpanjang proses tersebut menjadi 18 bulan apabila diperlukan.

Penyelidikan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan.

KADI telah memberitahukan dimulainya penyelidikan kepada pihak berkepentingan, termasuk industri dalam negeri, importir, eksportir, serta produsen BJLS asal China yang diketahui.

"Informasi tersebut juga telah disampaikan kepada perwakilan Pemerintah Tiongkok di Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok," imbuh Frida.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026