
Pantau - Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) mendukung rencana revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri (UU KADIN) untuk menjawab perubahan perdagangan dan industri di era kecerdasan buatan (AI).
Ketua Umum BPP KAPMI Muliansyah Abdurrahman mengatakan regulasi KADIN perlu diperbarui agar lebih responsif terhadap perkembangan ekonomi dan teknologi.
"Di era digital dan artificial intelligence saat ini, tantangan usaha jauh berbeda dengan 30 tahun lalu. UU KADIN harus mampu menjadi payung hukum yang menjawab persoalan ekonomi baru," ujar Muliansyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
KAPMI menilai regulasi yang berlaku saat ini perlu disesuaikan dengan dinamika ekonomi global yang berkembang cepat.
Perdagangan Digital hingga AI Ubah Dunia Usaha
Menurut Muliansyah, transformasi ekonomi mencakup perdagangan berbasis e-commerce, industri 4.0, green economy, hingga penggunaan AI dalam rantai pasok.
Revisi UU KADIN juga diharapkan memperkuat kelembagaan KADIN sebagai wadah pengusaha Indonesia dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan anggota.
KAPMI menilai regulasi baru dapat memperkuat fungsi KADIN dalam advokasi kebijakan, fasilitasi investasi, serta pemberdayaan UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing global.
"Kami butuh KADIN yang mendorong pengusaha muda masuk ke sektor ekonomi masa depan seperti ekonomi digital, energi baru terbarukan, dan industri kreatif berbasis teknologi," kata Muliansyah.
KAPMI Siap Terlibat dalam Pembahasan Revisi
KAPMI berharap pembahasan revisi UU KADIN melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk asosiasi usaha, akademisi, dan organisasi pengusaha muda.
Pelibatan berbagai pihak dinilai penting agar regulasi yang dihasilkan dapat mengakomodasi aspirasi dunia usaha sekaligus dapat diterapkan secara efektif.
"BPP KAPMI menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam pembahasan revisi UU KADIN bersama Pemerintah dan DPR RI. Tujuannya agar lahir regulasi yang kuat, modern, dan mampu membawa perekonomian nasional menuju pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Muliansyah Abdurrahman.
- Penulis :
- Aditya Yohan




