HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Rektor Unsoed Dorong Kolaborasi Global untuk Hadapi Tantangan Hukum, Pemerintahan, dan AI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rektor Unsoed Dorong Kolaborasi Global untuk Hadapi Tantangan Hukum, Pemerintahan, dan AI
Foto: (Sumber :Pelaksana Tugas Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Ali Rokhman dalam pembukaan The 4th International Conference on Law, Governance and Social Justice (ICOLGAS) 2026 di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026). ANTARA/Sumarwoto.)

Pantau - Pelaksana Tugas Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Ali Rokhman menekankan pentingnya kolaborasi global untuk menghadapi berbagai tantangan di bidang hukum, pemerintahan, dan kecerdasan buatan (AI).

"Unsoed terus mengembangkan kerja sama internasional melalui konferensi akademik yang mempertemukan akademisi dari berbagai negara," katanya dalam pembukaan The 4th International Conference on Law, Governance and Social Justice (ICOLGAS) 2026 di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026).

Ali mengatakan Unsoed telah menjalin kerja sama dengan sekitar 50 institusi internasional di lebih dari 20 negara melalui kelas internasional, program belajar di luar negeri, serta penelitian dan pengajaran bersama.

Menurut dia, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem akademik internasional melalui kegiatan pengajaran, penelitian, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra.

"Semoga forum ini memberikan kontribusi bermakna dalam menyelesaikan persoalan kompleks di bidang hukum, pemerintahan, dan keadilan sosial, baik pada tingkat nasional maupun global," kata Prof Ali.

AI Buka Peluang sekaligus Tantangan Hukum

Dekan Fakultas Hukum Unsoed Prof Riris Ardhanariswari mengatakan internasionalisasi memberikan ruang bagi akademisi dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan, perspektif, dan pengalaman.

ICOLGAS keempat mengangkat tema Governing the Future to Global Wisdom, Law, AI, and Community in the Developmental Baseline for the Sustainable Development Goals.

Menurut Riris, perkembangan AI dapat meningkatkan pelayanan publik, memperluas akses, mendukung pengelolaan lingkungan, dan membantu proses pemerintahan.

Teknologi tersebut juga menghadirkan persoalan terkait hak, akuntabilitas, transparansi, kesenjangan, dan hak asasi manusia.

"Karena itu, kita bukan memilih antara teknologi atau tradisi, tetapi memahami bagaimana keduanya dapat digunakan secara bertanggung jawab, adil, dan berkelanjutan," ujarnya.

ICOLGAS Diikuti Lebih dari 200 Peserta Lima Negara

Ketua Panitia ICOLGAS 2026 Prof Aryuni Yuliantiningsih mengatakan konferensi membahas empat subtema yang mencakup kebijakan hukum dan tata kelola untuk tujuan pembangunan berkelanjutan, ketahanan ekosistem dan adaptasi perubahan iklim, AI dan tata kelola dalam sistem lingkungan serta pengelolaan data digital, dan isu hukum lainnya.

Konferensi yang digelar secara hibrida tersebut diikuti lebih dari 200 peserta dari Indonesia, Malaysia, India, Australia, dan Jepang dengan 120 makalah yang dipresentasikan.

Sejumlah pembicara berasal dari The University of Melbourne, Universiti Sains Islam Malaysia, Teikyo University Jepang, Unsoed, Universitas Indonesia, dan Universitas Hasanuddin.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026