HOME  ⁄  Ekonomi

Komisi VII DPR Dorong Lokapasar MBG Perluas Pasar UMKM, Koperasi, dan Pemasok Lokal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi VII DPR Dorong Lokapasar MBG Perluas Pasar UMKM, Koperasi, dan Pemasok Lokal
Foto: (Sumber :Arsip - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty saat diwawancarai di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).)

Pantau - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyambut positif rencana Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan lokapasar atau marketplace khusus pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperluas pasar bagi UMKM dan pemasok lokal.

Evita mengatakan digitalisasi pengadaan MBG perlu dirancang agar UMKM, koperasi, petani, peternak, dan pemasok lokal menjadi bagian utama dalam rantai pasok program tersebut.

“Lokapasar MBG jangan sampai hanya menjadi tempat bertemunya pembeli besar dengan pemasok besar, UMKM, koperasi, petani, dan peternak lokal harus menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton dalam rantai pasok MBG,” tegas Evita dalam keterangan yang diterima, Selasa (15/9/2026).

Evita mendukung penerapan sistem verified seller untuk menjamin transparansi, kualitas, dan akuntabilitas, tetapi meminta BGN memastikan proses verifikasi tidak menjadi hambatan administratif maupun digital bagi pelaku usaha kecil.

Produk Lokal Didorong Jadi Prioritas Pengadaan MBG

Evita meminta BGN menyediakan pendampingan agar pemasok lokal yang telah memenuhi standar lebih mudah masuk ke sistem dan memanfaatkan peluang pasar dari kebutuhan MBG.

Ia juga mendorong pengadaan MBG memprioritaskan produk lokal selama tersedia dan memenuhi standar karena kebutuhan beras, daging, ayam, telur, minyak goreng, dan susu dalam jumlah besar dinilai berpotensi memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

“Kalau beras dibeli dari petani lokal, telur dan ayam dari peternak setempat, serta distribusinya melibatkan koperasi dan UMKM daerah, maka anggaran MBG tidak hanya menghasilkan makanan bergizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat usaha rakyat, dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sistem Pembayaran Diminta Cepat dan Transparan

Selain memperluas akses pasar, Evita menekankan pentingnya kepastian pembayaran karena kelancaran arus kas menjadi faktor penting bagi keberlangsungan UMKM pemasok kebutuhan MBG.

“Bagi UMKM, arus kas adalah urat nadi usaha, karena itu sistem pembayaran harus transparan, cepat, dan memiliki batas waktu yang jelas,” katanya.

Evita menilai keberhasilan marketplace MBG tidak cukup diukur berdasarkan kecanggihan platform, tetapi juga dari jumlah UMKM, koperasi, petani, dan peternak lokal yang masuk ke rantai pasok serta mampu meningkatkan kapasitas usahanya.

Ia menegaskan MBG harus berfungsi sebagai program pemenuhan gizi sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026