HOME  ⁄  Ekonomi

ESDM Menjamin Stok LPG Tetap Aman di Tengah Gejolak Perang Timur Tengah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

ESDM Menjamin Stok LPG Tetap Aman di Tengah Gejolak Perang Timur Tengah
Foto: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika dijumpai setelah Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 16/9/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin stok LPG di Indonesia tetap aman dari dampak gejolak perang di Timur Tengah dengan melakukan diversifikasi sumber impor.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memastikan pasokan LPG tersedia dan tidak mengalami hambatan.

"LPG aman. Stok tersedia dan tidak ada hambatan," kata Laode.

Pernyataan tersebut disampaikan Laode setelah mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu.

Pemerintah Diversifikasi Sumber Impor LPG

Laode mengatakan Indonesia telah menghadapi dinamika geopolitik yang diakibatkan oleh perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Pemerintah kemudian menempuh diversifikasi impor LPG sebagai salah satu langkah untuk menghadapi kondisi tersebut.

Diversifikasi dilakukan dengan mengalihkan sebagian sumber impor LPG dari kawasan Timur Tengah ke Amerika Serikat.

Menurut Laode, diversifikasi sumber impor tersebut menjadi salah satu solusi yang berkontribusi terhadap stabilitas stok LPG di Indonesia.

Strategi tersebut juga sesuai dengan kebijakan yang sebelumnya disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memprioritaskan diversifikasi sumber pasokan energi yang selama ini diperoleh melalui impor.

"Jadi, strategi yang kita jalankan persis seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia). Yang penting kita diversifikasi sumber-sumber pasokan yang selama ini kita impor," kata Laode.

Bahlil sebelumnya juga menjamin ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia tetap aman dengan dukungan kontrak jangka panjang pasokan dari Amerika Serikat.

Kontrak jangka panjang tersebut merupakan bagian dari kesepakatan impor komoditas energi dari Amerika Serikat senilai 15 miliar dolar AS.

Selain memastikan pasokan tetap tersedia, Bahlil menyatakan pemerintah tidak akan menaikkan harga LPG nonsubsidi.

Konsumsi LPG 3 Kg Diproyeksikan Lampaui Kuota 2026

Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG 3 kg sepanjang 2026 mencapai 8,6 juta ton atau lebih tinggi dibandingkan kuota dalam APBN 2026 sebesar 8 juta ton.

Laode memaparkan realisasi penyaluran LPG 3 kg hingga Juli 2026 telah mencapai 5,05 juta ton dari kuota sepanjang tahun sebesar 8 juta ton.

Hingga akhir 2026, penyaluran LPG 3 kg diproyeksikan mencapai 8,677 juta ton.

Proyeksi tersebut setara dengan 108,46 persen dari kuota LPG 3 kg yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Untuk 2027, Laode memperkirakan konsumsi LPG 3 kg dapat lebih tinggi dibandingkan pada 2026.

Berdasarkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, kuota volume LPG 3 kg ditetapkan sebesar 8,9 juta ton.

Kuota tersebut meningkat dibandingkan kuota LPG 3 kg dalam APBN 2026 yang sebesar 8 juta ton.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026