
Pantau - Layanan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) melalui SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai berangsur normal setelah Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan dan distribusi energi.
Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga Prabunindya Revta Revolusi mengatakan kondisi tersebut terlihat dari antrean di sejumlah SPBU yang mulai melandai serta kesiapan petugas melayani kebutuhan energi masyarakat.
"Kami melakukan peninjauan ke beberapa SPBU yang ada di Kota Makassar dan melihat bahwa antrean sudah mulai kembali normal, situasi sudah mulai melandai. Para petugas juga siap melayani warga Makassar dalam mengakses kebutuhan energi," ungkap Prabunindya.
Prabunindya melakukan peninjauan kesiapan layanan dan operasional Pertamina Patra Niaga di sejumlah SPBU dan terminal BBM di Makassar pada Selasa, 15 September.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana pendukung distribusi, pelayanan SPBU, serta kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat.
Pertamina Tambah Mobil Tangki dan Perpanjang Operasional
Pertamina Patra Niaga terus memastikan ketersediaan pasokan BBM sekaligus kesiapan sarana dan pelayanan di berbagai SPBU di Makassar.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan juga diperkuat untuk menjaga keandalan pasokan energi.
Berbagai langkah penanganan di lapangan mulai menunjukkan hasil positif dengan kondisi sejumlah SPBU secara bertahap semakin kondusif dan antrean mulai melandai.
Dari sisi suplai, Pertamina Patra Niaga meningkatkan penerimaan BBM yang disalurkan dari kapal menuju depot.
Perusahaan juga memperkuat distribusi dengan menambahkan 17 mobil tangki serta memperpanjang jam operasional penyaluran BBM dari depot.
Perpanjangan jam operasional dilakukan untuk mempercepat distribusi BBM dari depot menuju lembaga penyalur.
Dari sisi pelayanan, Pertamina Patra Niaga menambah jam operasional dan melakukan rekonfigurasi jalur pelayanan di sejumlah SPBU.
Rekonfigurasi tersebut antara lain dilakukan dengan menambahkan jalur khusus pengisian Pertalite di sejumlah SPBU.
Pertamina Patra Niaga juga menambah titik pengisian BBM melalui Satgas Layanan BBM, salah satunya dengan mengoperasikan SPBU modular di kawasan CPI.
SPBU modular tersebut disiapkan sebagai alternatif titik pelayanan BBM bagi masyarakat.
Upaya penanganan juga dilakukan untuk mengurai antrean BBM di sejumlah kabupaten dan daerah sekitar Makassar.
Berbagai laporan mengenai kondisi pelayanan BBM ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Langkah penanganan pelayanan dan distribusi BBM kemudian disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi yang ditemukan di lapangan.
Sistem Ganjil-Genap Diterapkan
Pengaturan pelayanan BBM turut dilakukan dengan menerapkan sistem ganjil-genap sesuai arahan Dinas ESDM daerah.
Prabunindya berharap distribusi dan pelayanan BBM di Makassar terus berlangsung kondusif dalam beberapa hari ke depan.
Menurutnya, penerapan sistem ganjil-genap membutuhkan penyesuaian masyarakat agar akses terhadap energi dapat berlangsung dengan nyaman.
"Kita harapkan situasi terus kondusif selama beberapa hari ke depan. Ada beberapa peraturan yang memang sekarang sedang diterapkan, yaitu ganjil-genap. Artinya, memang perlu ada penyesuaian agar tercipta kenyamanan dalam kita semua mengakses energi di Makassar," kata Prabunindya.
Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait akan terus memantau kondisi pelayanan BBM di lapangan.
Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan penguatan pasokan, distribusi, dan pelayanan BBM berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pertamina Patra Niaga turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi mengenai situasi pelayanan BBM di SPBU.
Informasi dan masukan masyarakat dinilai membantu pemantauan kondisi di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menindaklanjuti berbagai kendala pelayanan BBM.
Prabunindya juga mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak sebagai bagian dari upaya menjaga pelayanan dan distribusi tetap kondusif.
"Harapannya, situasi terus bisa dikendalikan dengan baik. Sekali lagi, kami sarankan, kami anjurkan agar masyarakat bisa menggunakan energi dengan bijak," ungkap Prabunindya.
- Penulis :
- Leon Weldrick




