HOME  ⁄  Nasional

Kolektor Australia Kembalikan Kain Pesujudan Berusia Lebih dari 100 Tahun ke NTB

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kolektor Australia Kembalikan Kain Pesujudan Berusia Lebih dari 100 Tahun ke NTB
Foto: Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam bersama Pamong Budaya Madya Museum NTB Bunyamin serta Kasi Pengkajian dan Perawatan Koleksi Museum NTB Ardi Aulia Rahman memperlihatkan artefak hibah kain tenun pesujudan di ruang rapat Museum NTB, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu 16/9/2026 (sumber: ANTARA/Sugiharto Purnama)

Pantau - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima hibah kain tenun pesujudan asal Bayan, Kabupaten Lombok Utara, yang diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun dari kolektor asal Australia, Michael Abbot.

Kain yang diperkirakan dibuat dalam rentang 1875 hingga 1925 tersebut diserahkan langsung oleh Michael Abbot kepada Wakil Gubernur NTB dengan disaksikan Ketua DPR NTB dan Ketua Dekranasda NTB.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan Michael Abbot menghibahkan kain tersebut karena meyakini Museum NTB mampu merawat dan menjaganya dengan baik sebagai bagian dari warisan budaya daerah.

"Kain itu merupakan hibah yang diberikan langsung oleh kolektor Michael Abbott kepada Wakil Gubernur NTB yang disaksikan oleh Ketua DPR NTB dan Ketua Dekranasda NTB," ungkap Nuralam.

Kain Pesujudan Berasal dari Bayan

Nuralam menjelaskan kain pesujudan tersebut berasal dari Bayan, Lombok Utara, dengan ukuran panjang 163 sentimeter dan lebar 40 sentimeter.

"Ini adalah kain dari Bayan, Lombok Utara. Panjang kain 163 sentimeter dengan lebar 40 sentimeter," kata Nuralam.

Menurut Nuralam, kain tersebut semestinya kembali ke daerah asalnya karena menjadi bagian dari tradisi masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok.

Kain pesujudan merupakan kain tradisional yang digunakan masyarakat dalam kegiatan upacara keagamaan dan adat di Lombok Utara.

Secara historis, kain tersebut berfungsi sebagai alas untuk bersujud atau menjalankan ibadah.

Pengembalian kain pesujudan itu juga menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya Pemerintah Provinsi NTB saat mengikuti peluncuran buku Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles di Australia pada 11–12 September 2026.

Motif Manusia dan Masjid Jadi Ciri Khas

Pamong Budaya Madya Museum NTB Bunyamin menjelaskan kain pesujudan yang dikembalikan memiliki motif manusia yang dikonfigurasikan dengan masjid sebagai salah satu karakteristiknya.

Warna asli kain tersebut adalah putih, tetapi usianya yang telah melampaui satu abad membuat warnanya berubah menjadi cokelat.

Kain pesujudan memiliki hubungan erat dengan sejarah perkembangan Islam di Pulau Lombok dan digunakan sebagai sajadah pada periode awal masuknya Islam sekitar abad ke-16.

Seiring perkembangan budaya masyarakat Lombok, fungsi kain tersebut bergeser dan kemudian digunakan oleh penghulu sebagai simbol status dalam bidang agama.

Tradisi penggunaan kain pesujudan oleh penghulu masih dipertahankan hingga sekarang di Bayan Timur, sedangkan di Desa Bilo Petung, Kecamatan Sembalun, penggunaannya terakhir tercatat pada 1980.

"Sampai sekarang yang masih mempertahankan kain pesujudan digunakan oleh penghulu ada di Bayan Timur. Di Desa Bilo Petung, Kecamatan Sembalun, kain pesujudan terakhir digunakan tahun 1980 oleh penghulu," ungkap Bunyamin.

Michael Abbot Beberapa Kali Hibahkan Benda Bersejarah

Pengembalian benda bersejarah oleh Michael Abbot kepada Museum NTB bukan kali pertama dilakukan.

Berdasarkan pemberitaan pada 18 November 2025, Michael Abbot juga pernah menghibahkan kain pesujudan bersama sebuah naskah kuno kepada Museum NTB.

Michael Abbot yang berprofesi sebagai pengacara juga menyerahkan hibah berupa artefak Alquran tulis tangan ketika mengunjungi Museum NTB pada Juli 2024.

Artefak Alquran tulis tangan tersebut berasal dari India dan diperkirakan dibuat pada abad ke-17.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026