
Pantau - Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu melakukan penyisiran di kawasan pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk mencari kapal cepat beserta lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang di Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Delapan orang tersebut dilaporkan hilang saat melakukan peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau.
Kepala Kantor Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik mengatakan pencarian telah dilakukan melalui jalur darat di Pulau Enggano.
"Memang benar saat ini kami melakukan penyisiran darat di kawasan pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara untuk melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau," ungkap Muslikun.
Basarnas Kerahkan RIB untuk Perluas Pencarian
Tim Basarnas Bengkulu melakukan penyisiran melalui jalur darat dari kawasan Dermaga Malakoni menuju Banjarsari, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Selain penyisiran darat, Basarnas Bengkulu akan melakukan pencarian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas.
RIB tersebut akan dibawa dari Kota Bengkulu menuju Pulau Enggano menggunakan Kapal Pulo Tello.
Pengerahan RIB dilakukan untuk mendukung pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini masih dicari.
DNA Jenazah Tanpa Identitas Dikirim ke Mabes Polri
Di tengah proses pencarian, Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu melakukan pemeriksaan terhadap jenazah tanpa identitas yang sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano.
Polda Bengkulu telah mengirimkan sampel DNA jenazah tersebut ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Mabes Polri untuk proses pencocokan dan memastikan identitasnya.
"Terkait pencocokan DNA jadi untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara saat ini sudah dikirimkan sampel DNA nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan," ungkap Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto.
Autopsi terhadap jenazah juga dilakukan untuk memastikan identitas sekaligus mengetahui apakah terdapat kaitan dengan hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut.
Polda Bengkulu belum dapat memastikan berapa lama proses pemeriksaan dan pencocokan DNA berlangsung.
"Untuk waktunya berapa lamanya kita masih menunggu nanti setelah hasil akan kita sampaikan kembali," kata Imam.
Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan penyidik, jenazah tanpa identitas tersebut diketahui bukan masyarakat sekitar maupun warga asli Pulau Enggano.
Jenazah Diterbangkan dari Pulau Enggano
Muslikun menjelaskan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano telah diterbangkan menggunakan pesawat Susi Air pada Senin, 14 September.
Pesawat yang membawa jenazah lepas landas dari Bandara Enggano pada pukul 07.58 WIB menuju Bandara Fatmawati Soekarno.
Dalam penerbangan tersebut, jenazah didampingi dua petugas kepolisian.
Jenazah selanjutnya menjalani autopsi untuk memastikan identitas sekaligus penyebab kematiannya.
Sebelumnya, Basarnas Bengkulu menerima laporan penemuan mayat tanpa identitas pada Sabtu, 12 September.
Mayat tersebut ditemukan di kawasan Pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Penemuan jenazah itu kemudian menjadi bagian dari pemeriksaan aparat untuk memastikan ada atau tidaknya kaitan dengan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Selat Sunda.
- Penulis :
- Arian Mesa




