HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp88,1 Triliun melalui Kerja Sama TCTP dengan China

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp88,1 Triliun melalui Kerja Sama TCTP dengan China
Foto: Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon dalam China–Indonesia “Two Countries Twin Parks” (TCTP) Investment Promotion Conference di Xiamen, China, Rabu 9/9/2026 (sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan Indonesia telah mengantongi total komitmen investasi senilai Rp88,1 triliun melalui kerangka kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan China.

Komitmen tersebut berasal dari penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau MoU antara pelaku usaha Indonesia dan China dalam rangkaian pengembangan kerja sama TCTP.

Sebelumnya, sebanyak 30 MoU telah ditandatangani dengan total nilai komitmen investasi sekitar Rp37,1 triliun.

Nilai komitmen tersebut kemudian bertambah setelah penyelenggaraan China–Indonesia Two Countries Twin Parks (TCTP) Investment Promotion Conference di Xiamen, China, Rabu, 9 September.

Dalam konferensi tersebut, Indonesia kembali memperoleh komitmen bisnis sekitar Rp51 triliun sehingga total komitmen investasi melalui TCTP mencapai Rp88,1 triliun.

Pemerintah Kawal Komitmen hingga Menjadi Proyek Konkret

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon menegaskan langkah penting setelah penandatanganan kesepakatan adalah memastikan seluruh komitmen dapat ditindaklanjuti menjadi proyek konkret.

“Yang terpenting setelah penandatanganan adalah memastikan setiap komitmen dapat ditindaklanjuti menjadi proyek yang konkret. Pemerintah akan terus memfasilitasi komunikasi antara investor, pengelola kawasan, dan kementerian/lembaga terkait agar hambatan investasi dapat diselesaikan secara cepat dan terkoordinasi,” kata Ali dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pemerintah akan terus memfasilitasi komunikasi antara investor, pengelola kawasan, serta kementerian dan lembaga terkait agar berbagai hambatan dalam proses investasi dapat diselesaikan secara cepat dan terkoordinasi.

Ali memandang komitmen investasi yang telah disepakati masih merupakan tahap awal sehingga perlu terus dikawal hingga memasuki tahap implementasi dan terealisasi menjadi investasi konkret.

Program TCTP merupakan kerja sama pengembangan kawasan industri antara Indonesia dan China yang diperkuat melalui Joint Statement Indonesia–RRT pada 9 November 2024.

Penguatan kerja sama tersebut dilanjutkan melalui Memorandum on Two Countries Twin Parks Cooperation Project pada 25 Mei 2025 yang melibatkan Kemenko Perekonomian, Ministry of Commerce of the People’s Republic of China (MOFCOM), dan Pemerintah Provinsi Fujian.

TCTP Bidik Transfer Teknologi dan Lapangan Kerja

Ali menyebut TCTP sebagai salah satu platform strategis untuk membawa hubungan ekonomi Indonesia dan China menuju tahap yang lebih konkret.

“Kerja sama Two Countries Twin Parks merupakan salah satu platform strategis untuk membawa hubungan ekonomi Indonesia dan China ke tahap yang lebih konkret. Kerja sama ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan investasi, tetapi juga untuk memperkuat konektivitas industri, rantai pasok, transfer teknologi, serta menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di Indonesia,” ujar Ali.

Selain meningkatkan investasi, program tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas industri dan rantai pasok antara kedua negara serta mendorong transfer teknologi.

Realisasi investasi melalui TCTP juga diharapkan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus membuka lapangan kerja di Indonesia.

Dalam sesi promosi investasi China–Indonesia Two Countries Twin Parks (TCTP) Investment Promotion Conference, sejumlah kawasan di Indonesia memaparkan potensi dan proyek investasi kepada investor China.

Kawasan tersebut antara lain KEK Industropolis Batang, KEK Tanjung Lesung, dan Bintan Industrial Estate.

Forum itu juga menjadi wadah pertemuan pemerintah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha Indonesia serta China melalui kegiatan business matching untuk mempertemukan berbagai peluang investasi dan kerja sama kedua negara.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026