HOME  ⁄  Ekonomi

BEI Pilih Saham Likuid untuk Cegah Manipulasi Harga dalam Penerapan Short Selling

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BEI Pilih Saham Likuid untuk Cegah Manipulasi Harga dalam Penerapan Short Selling
Foto: (Sumber :Direktur Pengembangan PT Busa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi ditemui di Jakarta, Jumat (18/9/2026). ANTARA/A Muzdaffar Fauzan/pri.)

Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memilih saham dengan tingkat likuiditas tinggi untuk penerapan transaksi short selling guna memitigasi risiko manipulasi harga dan transaksi oleh pihak tertentu.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan pemilihan saham likuid menjadi salah satu strategi bursa untuk mencegah praktik trading manipulation maupun cornering yang berpotensi menggerakkan harga saham oleh segelintir pihak.

"Yang penting adalah ketika ada short selling itu jangan sampai terjadi trading manipulation, cornering gitu ya, yang menggerakkan harga pasar oleh segelintir orang. Sebenarnya itu. Makanya kita pilih saham-saham yang likuid. Sehingga tidak mudah digerakkan oleh para pihak tertentu," kata Iding di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

BEI Terapkan Short Selling Secara Terbatas

Iding mengatakan transaksi short selling juga akan dilengkapi sejumlah ketentuan untuk menjaga aktivitas perdagangan di pasar.

Transaksi antara lain harus dilakukan pada harga yang berlaku saat itu atau pada harga yang lebih tinggi.

BEI juga memiliki parameter tertentu yang dapat digunakan untuk menghentikan sementara transaksi.

Implementasi short selling akan dilakukan secara terbatas pada tahap awal agar bursa dapat mengamati dampaknya terhadap pasar sekaligus memberikan waktu bagi investor untuk beradaptasi.

"Karena ini baru, dan kita juga ingin melihat bagaimana dampaknya terhadap market, kemudian investor juga menyesuaikan diri dulu, kita akan mengimplementasikan secara terbatas. Gitu. Jadi sahamnya terbatas, kemudian kriteria Anggota Bursa (AB)-nya juga ada kriterianya, bahkan investornya juga ada kriterianya," ujarnya.

Lima Saham LQ45 Masih Dianalisis

BEI mempertimbangkan saham dari kelompok LQ45 sebagai kandidat untuk tahap awal karena dinilai memiliki tingkat likuiditas yang memadai.

Sebanyak lima saham yang akan digunakan pada tahap awal masih dalam proses analisis oleh bursa.

Pemilihan saham juga dilakukan dengan mempertimbangkan keterwakilan sektor yang berbeda.

"Per sektor itu kita lihat yang saham paling liquid, itu yang kemudian kita jadikan untuk list saham short selling. Nanti akan bertambah sekarang lima dulu, itu yang akan mewakili sektor-sektor tertentu jadi sektornya berbeda-beda," kata dia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026