
Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pasar industri halal nasional melalui Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 yang digelar pada 24-27 September 2026 di Tangerang, Banten.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengembangan industri halal menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pasar domestik maupun internasional.
Menurut Agus, penguatan ekosistem perlu dilakukan secara terintegrasi melalui peningkatan kapasitas pelaku industri, fasilitasi sertifikasi, promosi produk, hingga perluasan akses pasar.
"Halal Indo 2026 menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan kekuatan industri dalam negeri dengan peluang pasar yang lebih luas,” kata Menperin dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Halal Indo Targetkan Lebih dari 30 Ribu Pengunjung
Halal Indo 2026 menempati area pameran seluas 12.740 meter persegi dengan target lebih dari 30 ribu pengunjung dan melibatkan lebih dari 400 pelaku usaha dalam serta luar negeri.
Pameran mencakup sektor makanan dan minuman, farmasi dan obat tradisional, kosmetik dan lifestyle, keramik dan tableware, tekstil dan produk tekstil, barang gunaan, serta kawasan industri halal.
"Skala penyelenggaraan Halal Indo tahun ini menunjukkan besarnya peluang sekaligus tingginya perhatian terhadap industri halal. Hal ini perlu dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional, khususnya industri kecil dan menengah, untuk memperluas jejaring bisnis, meningkatkan promosi, dan membuka akses terhadap calon pembeli potensial dari berbagai negara," ujar Menperin.
Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko SA Cahyanto mengatakan pihaknya membangun Paviliun Kementerian Perindustrian seluas 1.818 meter persegi.
Paviliun tersebut terdiri atas main booth, 174 standard booth, area layanan halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal Kemenperin, layanan publik Biro Humas, serta showcase pemenang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA).
"Antusiasme pelaku industri untuk berpartisipasi cukup tinggi. Sejak pendaftaran fasilitasi booth dibuka pada 25 Mei 2026, sebanyak 236 pelaku industri mendaftar. Melalui proses kurasi bersama unit pembina sektor, ditetapkan 174 peserta atau co-exhibitor Paviliun Kemenperin, yang terdiri atas 20 industri besar dan 154 industri kecil dan menengah," ungkap Eko.
Kemenperin Bidik Pembeli dari Berbagai Negara
Kemenperin menggandeng Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan untuk menyebarkan informasi peserta kepada perwakilan Indonesia di luar negeri guna menjaring potential buyers dari berbagai negara.
Selain pameran dan business meeting, Kemenperin menyelenggarakan IHYA 2026 yang menjaring 1.091 peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri halal.
Sebanyak 374 peserta IHYA 2026 lolos verifikasi dokumen dan self-assessment, kemudian 97 peserta mengikuti tahap penjurian.
Kemenperin juga menghadirkan showcase Produk Unggulan Dalam Negeri 2026 untuk mempertemukan produk bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan halal dengan peluang pasar.
"Sinergi antara pemenuhan TKDN dan sertifikasi halal menjadi penting untuk memperkuat daya saing produk industri dalam negeri. Produk kita tidak hanya perlu memiliki kandungan lokal yang kuat, tetapi juga harus mampu memenuhi standar dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, pasar produk industri dalam negeri dapat semakin luas, baik pada pengadaan pemerintah, pasar domestik, maupun pasar global," kata Eko.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




