
Pantau - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyatakan akumulasi aliran modal asing yang masuk atau capital inflow ke Indonesia mencapai Rp140,7 triliun per 14 September 2026.
Perkembangan tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya ketika Indonesia masih mengalami tren arus modal keluar atau capital outflow.
"Kalau beberapa bulan lalu kita masih melihat aliran modal keluar, di beberapa waktu terakhir kelihatan mulai masuk," ungkap Suahasil dalam kegiatan ANTARA Business Forum (ABF) di Jakarta, Rabu.
Modal Asing Masuk Lewat SBN dan SRBI
Suahasil menjelaskan aliran modal asing tersebut terutama masuk melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Sampai dengan 14 September, minggu yang lalu, akumulasi aliran modal masuk itu Rp140,7 triliun, lewat SBN dan SRBI," kata Suahasil.
Menurut Suahasil, tren masuknya modal asing menunjukkan investor global mulai mempunyai persepsi positif terhadap Indonesia.
Perkembangan tersebut terjadi ketika perekonomian dunia masih berada dalam kondisi turbulensi sehingga pengelolaan kondisi ekonomi makro Indonesia perlu terus dijaga.
"Inilah satu pengelolaan ekonomi makro yang harus kita jaga," ujar Suahasil.
Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Fiskal
Selain membahas aliran modal asing, Suahasil menyampaikan pemerintah telah menyiapkan tiga strategi fiskal untuk memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Strategi pertama adalah mengoptimalkan pengumpulan penerimaan negara sekaligus meningkatkan rasio pajak atau tax ratio melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Pemerintah juga akan memperluas basis pajak serta memastikan implementasi sistem Coretax berjalan secara efektif.
Ke depan, sistem perpajakan Indonesia akan terus diselaraskan dengan perkembangan global dan pertumbuhan ekonomi digital, sementara penerimaan negara dari berbagai sumber juga akan dioptimalkan.
Strategi kedua adalah meningkatkan kualitas belanja negara dengan mempertajam pengeluaran APBN melalui peningkatan efisiensi dan ketepatan sasaran.
Langkah tersebut diharapkan membuat penggunaan anggaran semakin terarah sesuai sasaran yang telah ditentukan pemerintah.
Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui harmonisasi kebijakan.
Strategi ketiga adalah mengembangkan skema pembiayaan yang semakin inovatif ketika APBN dirancang untuk terus bersifat ekspansif.
Pembiayaan inovatif tersebut diarahkan untuk membantu menjaga kesehatan APBN di tengah kebutuhan anggaran yang ekspansif.
"Kami mengeluarkan berbagai macam pembiayaan yang lebih inovatif supaya bisa berperan menjaga kesehatan APBN," kata Suahasil.
- Penulis :
- Shila Glorya




