HOME  ⁄  Ekonomi

Transaksi Pembayaran Digital Indonesia Tembus 6,11 Miliar, QRIS Melonjak 67,22 Persen

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Transaksi Pembayaran Digital Indonesia Tembus 6,11 Miliar, QRIS Melonjak 67,22 Persen
Foto: Tangkapan virtual Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu 23/9/2026 (sumber: ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas)

Pantau - Volume transaksi pembayaran digital di Indonesia mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026 atau tumbuh 40,36 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan pertumbuhan tersebut ditopang perluasan penerimaan pembayaran digital di masyarakat.

"Volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36 persen yoy pada Agustus 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital," ungkap Destry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Rabu.

Transaksi pembayaran digital tersebut mencakup transaksi melalui mobile banking, internet banking, serta penggunaan uang elektronik berbasis server.

Transaksi QRIS Tumbuh 67,22 Persen

Menurut Destry, transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2026 tetap mencatatkan pertumbuhan yang didukung sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.

Infrastruktur sistem pembayaran yang stabil serta struktur industri yang sehat juga turut menopang pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital.

Secara lebih rinci, volume transaksi melalui internet banking tumbuh 15,12 persen secara tahunan.

Sementara itu, volume transaksi melalui mobile banking mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 47,08 persen secara tahunan.

Transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga melanjutkan pertumbuhan tinggi dengan volume transaksi meningkat 67,22 persen secara tahunan pada Agustus 2026.

Tingginya pertumbuhan transaksi QRIS didukung peningkatan jumlah pengguna serta merchant atau pedagang yang menerima pembayaran melalui QRIS.

BI-FAST Capai 549 Juta Transaksi

Dari sisi infrastruktur sistem pembayaran, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi atau tumbuh 37,72 persen secara tahunan.

Nilai transaksi melalui BI-FAST tercatat mencapai Rp1.346 triliun.

Sementara itu, nilai transaksi melalui BI-RTGS atau Real Time Gross Settlement mencapai Rp16.545 triliun atau turun tipis 3,64 persen secara tahunan.

Volume transaksi BI-RTGS tercatat sebanyak 0,86 juta transaksi atau mengalami penurunan 1,78 persen secara tahunan.

Uang Kartal Beredar Capai Rp1.332 Triliun

Dari sisi pengelolaan uang rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,88 persen secara tahunan sehingga nilainya mencapai Rp1.332 triliun.

Bank Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan masyarakat dengan kualitas yang layak edar.

Upaya menjaga ketersediaan dan kualitas uang rupiah dilakukan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).

"Selain itu, Bank Indonesia juga terus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T)," ungkap Destry.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026