
Pantau - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis pagi, menjelang aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan petani, mulai dari irigasi, pupuk, benih, hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian.
Amran mengetahui kedatangan para petani setelah salat subuh dan kemudian memilih berdialog secara langsung untuk mendengarkan persoalan yang mereka hadapi.
Petani Keluhkan Irigasi dan Keterbatasan Air
Dalam audiensi tersebut, petani menyampaikan salah satu persoalan utama yang mereka hadapi adalah keterbatasan pasokan air untuk sawah tadah hujan.
“Pak Amran, kami petani tadah hujan. Sudah lama. Tiap tahun nanam dua kali, tapi yang panen cuma satu kali,” ujar salah seorang petani dalam audiensi tersebut.
Petani menjelaskan sebagian wilayah pertanian di Indramayu masih sangat bergantung pada curah hujan sehingga mereka kerap hanya memperoleh satu kali panen dalam setahun meskipun telah melakukan penanaman sebanyak dua kali.
Selain keterbatasan air, petani menyampaikan persoalan minimnya jaringan irigasi, kebutuhan irigasi perpompaan, distribusi pupuk, serta kekurangan alat dan mesin pertanian.
Menanggapi keluhan tersebut, Amran langsung meminta pejabat terkait menindaklanjuti persoalan pengairan yang dialami petani.
Amran juga menghubungi Balai Wilayah Sungai Cisanggarung untuk memastikan perkembangan pembangunan jaringan irigasi menuju lahan pertanian.
Petani menjelaskan sumber air dari Bendungan Cipanas sebenarnya hanya berjarak sekitar satu hingga lima kilometer dari lahan pertanian mereka.
Namun, saluran irigasi sepanjang sekitar 24,75 kilometer yang dibutuhkan untuk mengalirkan air menuju lahan pertanian belum terbangun.
Amran menegaskan persoalan ketersediaan air harus segera diselesaikan karena sangat menentukan keberhasilan panen petani.
Amran juga menyatakan siap mendukung pembiayaan apabila pembangunan infrastruktur pengairan terkendala ketersediaan anggaran dari instansi terkait.
Selain meminta percepatan pembangunan saluran irigasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum, Amran menginstruksikan penguatan koordinasi lintas kementerian agar kebutuhan pompa dan pembangunan infrastruktur pengairan dapat dipenuhi secara bersamaan.
Pemerintah Tambah Traktor dan Benih untuk 1.000 Hektare
Petani turut menyampaikan kebutuhan tambahan alat dan mesin pertanian karena bantuan yang sebelumnya diterima telah dimanfaatkan, tetapi jumlahnya belum mencukupi kebutuhan seluruh kelompok tani.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Amran memastikan pemerintah akan memberikan tambahan 24 unit hand tractor atau traktor tangan kepada 24 basis kelompok petani.
Pemerintah juga akan memberikan dua unit traktor besar untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan pertanian.
Sebelumnya, petani Indramayu telah menerima bantuan lima unit hand tractor dan enam unit combine harvester atau mesin pemanen kombinasi.
Petani juga telah memperoleh bantuan irigasi perpompaan yang dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kegiatan produksi pertanian.
Selain menambah bantuan alat dan mesin pertanian, Amran meminta kelembagaan petani diperkuat agar bantuan pemerintah dapat dikelola secara efektif, transparan, dan memberikan manfaat secara merata kepada seluruh anggota kelompok.
Dalam pertemuan tersebut, Amran meresmikan Kelompok Maju Berani Berjuang yang dibentuk oleh petani Indramayu.
Kelompok tersebut menjadi wadah resmi untuk memperkuat koordinasi antarpelaku tani, pengelolaan bantuan, serta komunikasi secara langsung dengan pemerintah pusat.
Distribusi Pupuk Diminta Segera Diselesaikan
Persoalan lain yang disampaikan petani adalah distribusi pupuk yang masih belum memenuhi kebutuhan sebagian anggota kelompok.
Amran kemudian langsung menghubungi PT Pupuk Indonesia untuk meminta persoalan distribusi pupuk tersebut segera diselesaikan.
Amran menegaskan seluruh aspirasi petani harus segera ditindaklanjuti di lapangan dan persoalan pupuk tidak boleh berhenti sebatas laporan, tetapi harus menghasilkan solusi yang dapat langsung dirasakan petani.
Selain pupuk, kebutuhan benih menjadi perhatian setelah petani menyampaikan perlunya dukungan untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Amran kemudian memberikan bantuan benih padi untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian seluas 1.000 hektare.
Amran meminta petani segera melapor apabila berbagai bantuan pemerintah masih belum mencukupi kebutuhan agar dapat dievaluasi dan dipertimbangkan untuk mendapat tambahan berdasarkan kondisi di lapangan.
Perwakilan petani menyampaikan apresiasi karena berbagai bantuan yang sebelumnya dijanjikan Kementerian Pertanian telah diterima dan dimanfaatkan, termasuk traktor dan combine harvester untuk mendukung kegiatan budi daya hingga panen.
Amran menegaskan pertemuan dengan sekitar 1.000 petani tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk mendengarkan, merespons, dan menyelesaikan persoalan petani secara langsung.
Penyelesaian berbagai persoalan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Amran juga meminta petani tidak perlu menghadapi proses birokrasi yang panjang ketika mengalami kendala di sektor pertanian.
Kementerian Pertanian berkomitmen mempercepat penyelesaian persoalan melalui koordinasi secara langsung bersama kelompok petani.
- Penulis :
- Shila Glorya




