
Pantau - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) industri otomotif melalui pengembangan pendidikan vokasi untuk memanfaatkan peluang bonus demografi Indonesia sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat hubungan antara pendidikan dan kebutuhan industri agar generasi muda memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan pengembangan kualitas SDM merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan industri otomotif nasional.
“Bagi TMMIN, membangun kualitas SDM bukanlah sebuah program jangka pendek, melainkan investasi untuk memastikan keberlanjutan industri otomotif nasional," kata Nandi dalam pernyataan resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
AKTI Wisuda 76 Mahasiswa pada 2026
Komitmen pengembangan SDM tersebut salah satunya dijalankan melalui Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI).
Pada 2026, AKTI mewisuda 76 mahasiswa yang terdiri atas 44 lulusan Diploma Dua (D2) Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda Empat (TOPKR4) dan 32 lulusan Diploma Satu (D1) Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO).
Wisuda Angkatan ke-10 AKTI menjadi bagian dari pengembangan pendidikan vokasi yang diarahkan untuk menghasilkan SDM berdaya saing di industri otomotif nasional.
Kurikulum AKTI dirancang berdasarkan kebutuhan di lapangan dengan memberikan kompetensi teknis dan keterampilan praktis kepada mahasiswa agar siap memasuki dunia kerja.
TMMIN memandang bonus demografi sebagai momentum bagi Indonesia untuk mempersiapkan generasi muda menjadi bagian dari pembangunan dan pertumbuhan industri.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana mengatakan keterlibatan industri dalam pendidikan diperlukan untuk mempertemukan potensi generasi muda dengan kebutuhan tenaga kerja.
“Indonesia memiliki banyak anak muda dengan potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, pendidikan dan industri perlu berjalan senada dan seirama, membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” tutur I Nyoman.
Ratusan Alumni AKTI Masuk Industri Otomotif
Sejak resmi berdiri pada 27 Oktober 2015, AKTI telah meluluskan sebanyak 429 mahasiswa.
Sebanyak 326 alumni di antaranya bekerja di TMMIN dan 16 perusahaan pemasok yang berada dalam rantai pasok Toyota Indonesia.
Sejumlah alumni juga memperoleh penugasan di luar negeri, antara lain Filipina, Thailand, Malaysia, dan Jepang.
Pengembangan tenaga kerja tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan produksi kendaraan bermotor nasional pada semester I 2026.
Pemerintah mencatat produksi kendaraan bermotor sepanjang semester I 2026 mencapai 615 ribu unit atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan secara wholesales juga meningkat 15,9 persen menjadi 436 ribu unit pada periode tersebut.
Dengan perkembangan itu, pemerintah menyatakan optimistis target penjualan domestik sebanyak 850 ribu unit pada 2026 dapat tercapai.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




