
Pantau - Indonesia mendesak percepatan implementasi solusi dua negara di tengah berlanjutnya kekerasan dan pengungsian di Palestina dalam pertemuan Aliansi Global Tingkat Menteri untuk Implementasi Solusi Dua Negara di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026).
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan kondisi yang dihadapi rakyat Palestina harus segera diakhiri melalui tindakan nyata dan kolektif masyarakat internasional.
"Rakyat Palestina masih menghadapi kekerasan dan pengungsian. Kita harus mengakhiri kenyataan ini," kata Sugiono.
Sugiono mengatakan dukungan internasional terhadap solusi dua negara terus meningkat setelah diadopsinya Deklarasi New York dan resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803.
“Kini kita memiliki peluang dan tanggung jawab untuk mengubah momentum politik yang terus berkembang ini menjadi tindakan nyata dan kolektif,” katanya.
Indonesia Serukan Pengakuan terhadap Palestina
Indonesia menyerukan negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk memberikan pengakuan sebagai bagian dari upaya menuju terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
“Kita harus terus mengetuk pintu setiap negara yang belum mengakui Palestina, karena setiap pengakuan akan meruntuhkan satu demi satu batu bata dari tembok pendudukan,” ucap Sugiono.
Indonesia juga menyatakan penolakan terhadap tindakan yang dinilai mengancam status kenegaraan Palestina, termasuk perluasan permukiman Israel.
"Rencana permukiman E1 adalah contoh nyata. Indonesia menolaknya. PBB menolaknya. Masyarakat internasional pun harus menolaknya," katanya.
Indonesia turut menekankan pentingnya menjaga status quo hukum dan sejarah tempat-tempat suci di Yerusalem.
Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memberikan bantuan kemanusiaan, memperkuat kapasitas Palestina, serta mendukung terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Indonesia dan Belanda Akan Gelar Pertemuan di Den Haag
Sebagai kelanjutan dari pertemuan tersebut, Indonesia bersama Belanda akan menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya Aliansi Global di Den Haag pada November 2026.
Indonesia menilai dukungan politik perlu diterjemahkan menjadi langkah terkoordinasi untuk melindungi kenegaraan Palestina, menegakkan hukum internasional, dan mengakhiri pendudukan.
Pemerintah juga menekankan pentingnya melibatkan rakyat Palestina dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan masa depan mereka.
"Persatuan kita adalah kekuatan kita. Mari kita manfaatkan hal tersebut untuk mencapai tujuan bersama: terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat," katanya.
Kehadiran Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB 2026 diwakili Sugiono sebagai kepala delegasi Indonesia.
Sugiono berada di New York sejak Senin (21/9/2026) waktu setempat untuk mengikuti berbagai pertemuan tingkat tinggi dan dijadwalkan menyampaikan pernyataan nasional Indonesia dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB pada Sabtu malam (26/9/2026) waktu setempat.
- Penulis :
- Aditya Yohan




