HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkot Palu Sediakan 50 Jenis Bahan Pangan di Pasar Tani untuk Pangkas Rantai Distribusi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Palu Sediakan 50 Jenis Bahan Pangan di Pasar Tani untuk Pangkas Rantai Distribusi
Foto: (Sumber :Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin bahan dijajakan pangan menggunakan metode pembayaran digital (Qris) pada kegiatan pasar tani di Kota Palu, Sabtu (26/9/2026). ANTARA/HO-Kominfo Kota Palu.)

Pantau - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyediakan 50 jenis komoditas pertanian dan bahan pangan segar melalui kegiatan pasar tani untuk mendekatkan petani dengan konsumen sekaligus memperpendek rantai distribusi pangan.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin mengatakan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih kompetitif melalui kegiatan tersebut, sementara petani mendapatkan akses pasar secara langsung.

“Langkah kami lakukan memperpendek rantai distribusi hasil pertanian, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih kompetitif dan petani mendapatkan akses pasar secara langsung,” kata Imelda saat meninjau pasar tani di Palu, Sabtu (26/9/2026).

Bahan pangan yang dijual sebagian besar berasal dari petani lokal dengan komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, tomat, dan berbagai jenis sayuran.

Seratus Kilogram Cabai Rawit Ludes

Imelda mengatakan masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi untuk berbelanja di pasar tani.

Cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diburu konsumen dalam kegiatan tersebut.

“Tadi cabai disediakan petani kurang lebih 100 kilogram, hanya dalam waktu singkat habis dibeli masyarakat. Itu artinya pasar tani memberikan dampak positif terhadap data beli masyarakat terhadap bahan pangan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu Lukman mengatakan pasar tani juga menyediakan ruang khusus bagi Program Kelurahan Menanam.

Berbagai hasil budi daya masyarakat seperti sawi, bawang, cabai, dan tomat turut dipasarkan dalam kegiatan tersebut.

“Hasil program inisiatif Palu mandiri, adaptif, dan stabilitas pangan (Mapan) berkontribusi di pasar tani. Berbagai bahan pangan yang dijual kebanyakan dari petani atau kelompok tani yang ikut program Palu Mapan,” ucapnya.

Pasar Tani Hubungkan Petani dengan Konsumen

Lukman menjelaskan konsep pasar tani dirancang untuk mempertemukan produsen secara langsung dengan konsumen.

Pola tersebut membuat jalur distribusi produk pertanian lebih singkat sehingga dapat memberikan manfaat bagi konsumen maupun petani.

“Menghadirkan petani atau produsen dengan konsumen sebagai jembatan pasar. Di satu sisi konsumen memperoleh dengan harga relatif murah, di sisi lain petani mendapat keuntungan dari penjualan produk,” tutur Lukman.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-48 Kota Palu yang puncaknya dilaksanakan pada Minggu (27/9/2026).

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026