
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong perluasan pasar komoditas unggulan Maluku Utara, terutama kelor dan kenari, melalui peningkatan nilai tambah produk, pengembangan desain kemasan, serta penguatan narasi atau storytelling agar mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menilai Maluku Utara memiliki prospek besar dalam mengembangkan komoditas dari subsektor kuliner dan kriya dengan memanfaatkan kekayaan alam lokal.
Menurut Irene, kelor dan kenari memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena kedua komoditas tersebut dikenal sebagai superfood dan banyak dicari di luar Maluku Utara.
“Potensi Maluku Utara luar biasa besar. Di sini banyak daun kelor dan kenari yang di luar dikenal sebagai superfood dan sangat dicari. Yang perlu kita lakukan bersama adalah gotong royong dan berkolaborasi untuk meningkatkan packaging serta storytelling agar potensi ini dapat dikenal lebih luas, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga dunia,” kata Irene.
Kemasan dan Narasi Produk Diperkuat
Kemenekraf menilai peningkatan nilai tambah komoditas lokal dapat dilakukan dengan mengembangkan desain kemasan atau packaging yang lebih menarik.
Produk lokal juga membutuhkan narasi yang kuat agar memiliki identitas sekaligus lebih mudah dikenal oleh konsumen di pasar yang lebih luas.
Kolaborasi berbagai pihak dinilai diperlukan agar komoditas unggulan Maluku Utara tidak hanya berkembang di pasar nasional, tetapi juga memiliki kesempatan menembus pasar internasional.
Kemenekraf juga memandang penguatan kapasitas kreator daerah dan identitas lokal sebagai pilar penting untuk meningkatkan daya saing produk ekonomi kreatif Indonesia.
Kapal Nelayan Ternate Disulap Jadi Medium Seni
Selain pengembangan produk lokal, Kemenekraf mendorong pemanfaatan kreativitas seni untuk memperkuat identitas Maluku Utara sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang inklusif.
Dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Maluku Utara, Kemenekraf mengajak komunitas seniman lokal menghias kapal-kapal nelayan di Ternate.
Kegiatan tersebut turut melibatkan seniman Erika Richardo yang berkolaborasi dengan seniman lokal Maluku Utara.
Kapal yang selama ini digunakan nelayan untuk melaut dikembangkan menjadi medium karya seni sekaligus papan cerita yang menggambarkan kehidupan dan kekayaan Maluku Utara.
Karya seni pada kapal menampilkan berbagai elemen khas daerah, mulai dari ragam flora, kekayaan rempah-rempah, hingga biota laut Maluku Utara.
Visual yang mengangkat kekayaan lokal tersebut diharapkan meningkatkan rasa ingin tahu masyarakat untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi alam, budaya, dan ekonomi Maluku Utara.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Dikawal Berkelanjutan
Kemenekraf berkomitmen terus mengawal pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Maluku Utara melalui sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan media.
Pendampingan akan mencakup pengembangan potensi seni rupa, pariwisata, serta berbagai produk lokal agar dapat berkembang secara eksponensial dan menghasilkan nilai ekonomi yang semakin tinggi.
Penguatan kreativitas dan identitas daerah tersebut pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Maluku Utara.
- Penulis :
- Arian Mesa




