HOME  ⁄  Nasional

Tol Rangkasbitung–Cikulur–Cileles Masuki Uji Laik Fungsi, Akses Banten Selatan Bersiap Makin Terbuka

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Tol Rangkasbitung–Cikulur–Cileles Masuki Uji Laik Fungsi, Akses Banten Selatan Bersiap Makin Terbuka
Foto: Konektivitas Banten Selatan Semakin Dekat, Ruas Tol Rangkasbitung–Cileles Masuki Uji Laik Fungsi dan Operasi

Pantau - PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) memulai tahap Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) Ruas Rangkasbitung–Cikulur–Cileles sepanjang sekitar 24,17 kilometer sebagai tahapan penting sebelum jalan tol tersebut dapat dioperasikan untuk masyarakat.

ULFO dilakukan untuk memastikan ruas Jalan Tol Serang–Panimbang tersebut memenuhi seluruh persyaratan teknis, keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

Direktur Utama WSP Puspita Anggraeni mengatakan dimulainya ULFO menjadi momentum penting bagi perusahaan sekaligus masyarakat Banten.

“Memasuki tahap ULFO merupakan tonggak penting bagi WSP dan masyarakat Banten. Fokus kami bukan sekadar menyelesaikan pembangunan jalan, tetapi memastikan ruas ini benar-benar siap memberikan layanan yang aman, andal, dan nyaman. Karena itu, seluruh aspek teknis, keselamatan, fasilitas operasi, dan pelayanan kami pastikan memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku,” kata Puspita.

Tol Diharapkan Perkuat Konektivitas Banten Selatan

Setelah beroperasi, Ruas Rangkasbitung–Cikulur–Cileles diharapkan memperkuat konektivitas Kabupaten Lebak dengan berbagai pusat kegiatan ekonomi di Banten dan kawasan Jabodetabek.

Keberadaan ruas tersebut juga diharapkan memperluas serta mempermudah akses menuju wilayah Banten Selatan.

Peningkatan konektivitas diproyeksikan memberikan efek berganda atau multiplier effect terhadap kegiatan masyarakat dan perekonomian di kawasan yang dilalui jalan tol.

Jalan tol tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat antara Banten Selatan, wilayah lain di Banten, dan Jabodetabek sekaligus mempermudah pergerakan barang serta aktivitas logistik.

Peningkatan aksesibilitas juga diharapkan mendukung pengembangan destinasi pariwisata, membuka peluang investasi, serta memunculkan kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat di sepanjang koridor jalan tol.

“Bagi WSP, keberhasilan jalan tol tidak hanya diukur dari tersambungnya ruas, tetapi dari manfaat yang tumbuh di sepanjang koridornya. Konektivitas ini harus membuka akses pasar, memperlancar logistik, mendukung pariwisata, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ungkap Puspita.

WSP Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

WSP menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pembangunan hingga persiapan pengoperasian Ruas Rangkasbitung–Cikulur–Cileles.

Apresiasi diberikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Lebak.

WSP juga mengapresiasi aparat keamanan, mitra kerja, serta masyarakat di sepanjang koridor Jalan Tol Serang–Panimbang atas dukungan selama pembangunan dan persiapan pengoperasian ruas tersebut.

Tol Serang–Panimbang Terhubung Jaringan Trans Jawa

Jalan Tol Serang–Panimbang dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan jalan tol di Provinsi Banten dan terhubung dengan jaringan Tol Trans Jawa melalui koridor Tangerang–Merak.

Pembangunan jalan tol tersebut secara bertahap ditujukan untuk memperkuat akses dari Jabodetabek dan Banten Utara menuju Banten Tengah hingga Banten Selatan.

Masuknya Ruas Rangkasbitung–Cikulur–Cileles ke tahap ULFO menjadi bagian dari proses menuju pengoperasian setelah kelayakan teknis, keselamatan, keamanan, dan pelayanan dipastikan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026