
Pantau - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) mengedukasi dan melatih warga Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat, mengolah biji pala menjadi produk pembersih tangan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Pelatihan tersebut diikuti 20 perempuan yang tergabung dalam kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Ayawata yang terdiri atas orang asli Papua dan warga transmigran.
Biji pala dipilih untuk dimanfaatkan karena selama ini memiliki nilai jual relatif rendah, sementara produk hasil pengolahannya diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Biji Pala Diolah Menjadi Produk Uji Coba
Dalam pelatihan, biji pala terlebih dahulu dijemur selama lima hingga enam hari hingga kering sebelum ditumbuk.
Biji pala yang telah ditumbuk kemudian direndam menggunakan alkohol 70 persen dengan perbandingan 1 banding 5 selama tiga hari.
Campuran tersebut selanjutnya disaring dan ekstraknya dikemas ke dalam botol semprot sebagai produk uji coba pembersih tangan.
Peserta pelatihan Katerina Bieth berharap keterampilan yang diperoleh warga dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan usaha.
"Harapan kami, pelatihan dan ilmu dari Tim Ekspedisi Patriot UI tidak hanya berhenti sampai di sini saja, melainkan dikembangkan terus sampai menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Kampung Werianggi," kata Katerina dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Efektivitas Produk Masih Diuji
TEP UI memilih biji pala berdasarkan kajian literatur mengenai kandungan minyak atsiri dan senyawa aktif pada komoditas tersebut.
Namun, efektivitas formulasi pembersih tangan yang dibuat warga masih dalam proses pengujian sehingga belum dapat dipastikan.
Anggota TEP UI Fhira mengatakan tim masih meneliti kandungan dan efektivitas produk setelah ekstrak pala dicampurkan dengan formulasi beralkohol maupun tanpa alkohol.
"Kandungan itu kita lihat dari jurnal. Ternyata memang ada kandungannya untuk antiseptik. Cuma kita juga lagi meninjau lebih lanjut, setelah dicampur alkohol dan nonalkohol, apakah kandungan biji pala ini benar sebesar itu," ujar Fhira.
Pengujian laboratorium dilakukan terhadap empat sampel, yakni kelompok tanpa pembersih tangan, pembersih tangan berbahan biji pala, pembersih tangan berbahan daging pala, serta air rendaman biji pala tanpa alkohol.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf




