HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah ke 6.118,81 Seiring Kekhawatiran Inflasi dan Tekanan Bursa Asia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Melemah ke 6.118,81 Seiring Kekhawatiran Inflasi dan Tekanan Bursa Asia
Foto: (Sumber :Arsip - Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.).)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026) mengikuti tekanan bursa saham Asia dan global di tengah kekhawatiran terhadap inflasi.

IHSG dibuka turun 29,05 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.118,81, sedangkan indeks LQ45 melemah 4,04 poin atau 0,66 persen menjadi 607,77.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level penopang berikutnya.

"Diperkirakan IHSG akan menguji level support berikutnya di 6.000- 6.100," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Inflasi dan Suku Bunga The Fed Jadi Perhatian

Tekanan pasar global dipengaruhi kekhawatiran terhadap inflasi akibat tingginya harga energi, penerbitan utang perusahaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), serta sinyal kenaikan lanjutan suku bunga The Fed.

Kondisi tersebut memicu aksi jual obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), dengan imbal hasil U.S. 10-year Bond Yield naik lebih dari 5 basis poin ke level 5,234 persen pada Senin (28/9/2026).

Investor sepanjang pekan ini akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang berpotensi memengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed.

Data tersebut mencakup Price Consumer Index (PCE), Job Openings and Labor Turnover (JOLTS), serta NonFarm Payrolls (NFP).

Harga minyak Brent sementara itu ditutup pada level 108 dolar AS per barel setelah turun dari level tertinggi hariannya pada Senin.

Harga Minyak Tambah Risiko Inflasi Domestik

Dari dalam negeri, kenaikan harga minyak di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah dinilai meningkatkan risiko terhadap laju inflasi Indonesia.

Apabila inflasi meningkat melampaui target Bank Indonesia (BI), muncul kekhawatiran bank sentral perlu menaikkan suku bunga acuannya.

BI saat ini masih mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen serta menggunakan instrumen lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong aliran modal masuk.

Insentif hedging yang telah diterapkan sekitar satu bulan disebut mendorong aliran modal masuk sekitar 6 miliar dolar AS melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) maupun swap.

Tekanan terhadap IHSG juga terjadi ketika mayoritas bursa regional Asia melemah, dengan Nikkei turun 0,87 persen, Shanghai 0,20 persen, Hang Seng 0,80 persen, Kospi 0,24 persen, dan Straits Times 0,10 persen.

Wall Street sebelumnya juga ditutup melemah dengan S&P 500 turun 0,77 persen, Nasdaq Composite 0,92 persen, dan Dow Jones Industrial Average 0,67 persen.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026