
Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk pertama kalinya menghadirkan jasa kecerdasan artifisial (AI) dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 guna membuka peluang pasar global bagi talenta-talenta Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan penyelenggaraan TEI dengan perkembangan kebutuhan pasar dunia.
“Ini baru pertama kali kita membuka services untuk AI,” kata Fajarini dalam konferensi pers TEI 2026 di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu.
Kehadiran jasa AI memungkinkan calon pembeli dari luar negeri untuk memesan produk maupun layanan berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkan talenta Indonesia.
“Jadi mereka bisa memesan produk-produk AI itu dari talenta-talenta Indonesia,” ujar Fajarini.
Pasar Domestik Jadi Basis Pengembangan Industri
Menurut Fajarini, permintaan pasar global semakin mengarah pada produk yang memiliki nilai tambah dan kandungan teknologi tinggi.
Perubahan tersebut membuat produk dan jasa yang dipromosikan melalui TEI perlu terus mengikuti perkembangan kebutuhan pasar.
Fajarini menilai besarnya pasar domestik Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai basis untuk mengembangkan industri nasional sebelum produk dan jasanya dipasarkan secara lebih luas ke luar negeri.
“Prinsipnya bagaimana kita menjadikan pasar domestik kita yang besar ini sebagai basis industri, kemudian hasil industrinya kita pasarkan ke seluruh dunia,” ucap Fajarini.
Produk yang ditampilkan dalam TEI juga disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar pelaku usaha Indonesia memiliki peluang lebih besar memperluas jangkauan bisnis secara global.
Sebelum menghadirkan jasa AI dalam TEI 2026, Kemendag telah mempromosikan kemampuan Indonesia di bidang kecerdasan artifisial melalui China-ASEAN Expo (CAExpo) 2026 di Nanning, China, pada September 2026.
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag pada 22 September 2026 menyebut Indonesia memperoleh dua penghargaan dalam CAExpo 2026, salah satunya Special Contributor for AI Cooperation.
Kemendag Dorong Industri AI Tembus Pasar Global
Pengembangan pasar jasa AI berlangsung di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dalam perekonomian nasional.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Agustus 2026 menyebut pendapatan dari fitur berbasis AI di Indonesia tumbuh sebesar 127 persen secara tahunan pada semester I 2025.
Fajarini berharap masuknya jasa AI dalam TEI dapat menjadi momentum bagi industri kecerdasan artifisial Indonesia untuk memperluas pasar ke luar negeri.
“Mudah-mudahan ini juga nanti menjadi titik balik mulai bangkitnya industri AI kita ke pasar global,” kata Fajarini.
Trade Expo Indonesia 2026 merupakan penyelenggaraan TEI ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.
Pameran tersebut akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
- Penulis :
- Shila Glorya




