HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Pangan Dorong Inflasi September 2026 Jadi 0,30 Persen, Cabai Rawit Beri Andil Terbesar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Harga Pangan Dorong Inflasi September 2026 Jadi 0,30 Persen, Cabai Rawit Beri Andil Terbesar
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono melaporkan perkembangan Indeks Harga Konsumen Bulan September 2026 dalam Rilis BPS di Jakarta, Kamis (1/10/2026). (ANTARA/YouTube/BPS Statistics/Imamatul Silfia).)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada September 2026 yang terutama didorong kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

“Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,97 pada Agustus 2026 menjadi 112,31 pada September 2026,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam Rilis BPS di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,88 persen serta memberikan andil 0,26 persen terhadap inflasi bulanan.

Cabai rawit menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar dalam kelompok tersebut, yakni 0,08 persen.

Cabai merah memberikan andil inflasi 0,06 persen, daging ayam ras 0,05 persen, beras 0,03 persen, serta telur ayam ras 0,02 persen.

Ikan segar dan kangkung masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen.

Harga Bergejolak Jadi Tekanan Utama Inflasi

Berdasarkan komponennya, tekanan inflasi terbesar berasal dari komponen harga bergejolak (volatile food) yang mengalami inflasi sebesar 1,46 persen dengan andil 0,24 persen.

Kenaikan komponen tersebut terutama dipengaruhi harga cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, dan kangkung.

Sementara itu, komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,10 persen dengan andil 0,06 persen.

Biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi menjadi salah satu pendorong inflasi inti pada September 2026.

Komponen harga yang diatur pemerintah (administered price) mencatat inflasi sangat rendah atau mendekati nol.

Bensin memberikan andil terhadap inflasi pada komponen tersebut, sedangkan tarif angkutan udara memberikan andil deflasi.

Emas Perhiasan Beri Andil Deflasi

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,14 persen dengan andil deflasi sebesar 0,01 persen.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi emas perhiasan yang memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen.

Dari sisi wilayah, sebanyak 36 provinsi tercatat mengalami inflasi bulanan pada September 2026, sedangkan dua provinsi mengalami deflasi.

Sulawesi Utara mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 3,53 persen.

Sementara itu, Nusa Tenggara Timur mencatat deflasi terdalam sebesar 0,35 persen.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026