
Pantau - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meminta seluruh penyelenggara pemagangan luar negeri memprioritaskan pelindungan peserta sejak proses seleksi hingga mereka kembali ke Indonesia.
“Meminta penyelenggara pemagangan luar negeri menempatkan pelindungan peserta sebagai prioritas, mulai dari proses seleksi hingga peserta kembali ke Indonesia,” kata Afriansyah dalam keterangannya yang diterima di Bajawa, Nusa Tenggara Timur, Jumat (2/10/2026).
Afriansyah mengatakan keberhasilan program pemagangan luar negeri tidak hanya diukur berdasarkan jumlah peserta yang diberangkatkan.
Menurut dia, kualitas proses, pelindungan peserta, peningkatan kompetensi, serta manfaat yang diperoleh setelah kembali ke Indonesia juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan program.
“Pemagangan memberikan kesempatan kepada generasi muda Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja internasional, menguasai teknologi, serta membangun karakter dan disiplin kerja,” ujar Afriansyah.
Penyelenggara Diminta Jaga Standar Mutu
Afriansyah meminta penyelenggara menjaga standar mutu sejak tahapan seleksi, pelatihan, pembekalan, pemberangkatan, pendampingan selama program, hingga kepulangan peserta.
Pelindungan juga harus dilakukan dengan mencegah praktik yang merugikan peserta serta memastikan transparansi mengenai biaya dan informasi program.
Penyelenggara juga diminta menyediakan mekanisme pengaduan yang efektif apabila peserta menghadapi permasalahan selama mengikuti program.
Selain aspek pelindungan, kompetensi peserta pemagangan harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja di negara tujuan.
“Program pemagangan harus memberikan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh industri,” kata Afriansyah.
Ekosistem Pemagangan di Jepang Hadapi Transisi
Wamenaker turut menekankan pentingnya kesiapan ekosistem pemagangan luar negeri, khususnya di Jepang, dalam menghadapi transisi dari Technical Intern Training Program menuju Employment for Skill Development (Ikusei Shuro).
Menurut Afriansyah, Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendukung program pemagangan yang transparan dan berkualitas serta berorientasi pada pengembangan dan pelindungan peserta.
“Saya percaya, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, kita dapat membangun sistem pemagangan luar negeri yang semakin berkualitas, aman, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Afriansyah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




