HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Diprediksi Melemah hingga Rp18.050 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Diprediksi Melemah hingga Rp18.050 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas perbankan menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa/pri.)

Pantau - Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan nilai tukar rupiah melemah pada kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS pada Jumat (2/10/2026), seiring meningkatnya eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak global.

“Rupiah hari ini diperkirakan melemah pada kisaran Rp17.950- Rp18.050 dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak, yaitu meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” ucap Rully di Jakarta.

Ketegangan AS-Iran turut berkaitan dengan perkembangan di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur penting perdagangan energi dunia.

Pemerintah Iran menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada kesediaan AS memberikan "jaminan objektif" untuk mengakhiri perang di semua lini dan memenuhi komitmen berdasarkan inisiatif diplomatik tujuh hari yang diajukan Teheran.

Iran juga menuntut pencairan aset yang dibekukan, pencabutan blokade dan pembatasan minyak, serta berakhirnya blokade laut.

AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Iran

Amerika Serikat mengumumkan serangkaian sanksi baru terhadap Iran yang menyasar sektor perkeretaapian dan otomotif serta jaringan perbankan bayangan yang diduga terkait dengan Rusia.

Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap dua produsen mobil terbesar Iran, Iran Khodro dan SAIPA, beserta sejumlah anak perusahaan mereka.

Sanksi juga menyasar perusahaan kereta api milik negara Islamic Republic of Iran Railway Company dan dua perusahaan kereta api lainnya.

AS turut memasukkan sektor otomotif dan perkeretaapian Iran dalam daftar sanksi sektoral yang memungkinkan otoritasnya menargetkan entitas atau individu yang beroperasi di kedua industri tersebut.

Perubahan Kabinet Turut Jadi Sentimen Rupiah

Rully mengatakan sentimen terhadap rupiah juga dipengaruhi perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama terkait pengelolaan energi dan komoditas.

“Perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama terkait dengan pengelolaan energi dan komoditas, secara signifikan mempengaruhi neraca perdagangan,” ujar dia.

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Bahlil menyampaikan kementerian baru tersebut akan berperan mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026