HOME  ⁄  Ekonomi

ESDM Gandeng Pemda Mitigasi Distribusi BBM Terganggu El Nino, Antrean Disebut Bukan karena Stok Langka

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

ESDM Gandeng Pemda Mitigasi Distribusi BBM Terganggu El Nino, Antrean Disebut Bukan karena Stok Langka
Foto: (Sumber :Arsip foto - Sejumlah warga saat membeli BBM di sebuah SPBU di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, pada Minggu malam sekitar pukul 23.40 WITA, 13 September 2026. ANTARA/Riski Maruto.)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memitigasi gangguan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) akibat fenomena El Nino yang memicu antrean panjang di sejumlah daerah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan antrean pembelian BBM bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan kendala distribusi akibat kondisi El Nino.

“Kami selalu bekerja sama dengan Pemda dalam rangka memitigasi kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan,” ujar Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipantau dari kanal resmi Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (5/10/2026).

El Nino Hambat Distribusi BBM Lewat Sungai

Laode menjelaskan fenomena El Nino menyebabkan sejumlah sungai surut dan mengering sehingga memengaruhi distribusi BBM yang biasanya menggunakan kapal.

Distribusi BBM kemudian dialihkan menggunakan truk tangki untuk memasok kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Truk ini kapasitasnya tidak sebesar kalau kita mengirimkan menggunakan kapal di sungai. Ini salah satu contoh kenapa terjadi antrean,” kata Laode.

Menurut dia, keterbatasan kapasitas angkut melalui jalur darat menjadi salah satu penyebab munculnya antrean pembelian BBM.

“Jadi, kalaupun kemudian terjadi antrean, antrean lebih disebabkan oleh kondisi El Nino, bukan karena ketahanan stok,” ucap Laode.

ESDM Cari Stok BBM dari Negara Lain

Kementerian ESDM juga menerapkan metode hunting dengan mencari negara yang memiliki kelebihan stok BBM untuk menjaga ketahanan pasokan nasional.

Langkah tersebut berbeda dengan mekanisme pengadaan sebelumnya melalui lelang karena tidak terdapat peserta lelang sejak terjadinya konflik di Timur Tengah.

Laode menyebut perubahan metode pengadaan tersebut berpotensi membuat harga BBM yang dibeli lebih tinggi dibandingkan melalui pengadaan biasa.

Meski demikian, metode hunting disebut memungkinkan Indonesia menjaga ketahanan stok BBM untuk kebutuhan sekitar 18 hingga 20 hari ke depan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026