HOME  ⁄  Ekonomi

Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Sektor Kesehatan Mendominasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Sektor Kesehatan Mendominasi
Foto: (Sumber :Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin (tengah) mengelar diskusi dengan media di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (09/07/2026). (Antara/ Muhammad Heriyanto).)

Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan berada dalam antrean atau pipeline untuk melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia hingga 2 Oktober 2026, dengan sektor kesehatan mendominasi calon emiten tersebut.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan tujuh calon emiten itu berasal dari berbagai skala aset dan sektor usaha.

“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ungkap Saidu dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Empat Calon Emiten Berasal dari Sektor Kesehatan

Dari tujuh perusahaan yang mengantre IPO, sebanyak dua perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar.

Tiga perusahaan memiliki aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sedangkan dua lainnya memiliki aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Klasifikasi skala aset tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Berdasarkan sektor usaha, sebanyak empat perusahaan berasal dari sektor kesehatan, dua perusahaan dari sektor energi, dan satu perusahaan dari sektor industri.

Sepanjang 2026 hingga 2 Oktober, BEI mencatat tujuh perusahaan telah melaksanakan IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

Jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia saat ini mencapai 963 perusahaan, sementara BEI menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 1.100 perusahaan pada 2030.

Puluhan Emisi Obligasi dan Sukuk Masuk Antrean

Selain IPO, BEI mencatat sebanyak 135 emisi dari 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) hingga 2 Oktober 2026 dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp132,98 triliun.

Saidu menyebut terdapat 24 emisi dari 17 penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline penerbitan.

Pada aksi rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), sebanyak 15 perusahaan telah menghimpun dana senilai Rp16,23 triliun hingga 2 Oktober 2026.

BEI juga mencatat satu perusahaan dari sektor properti masih berada dalam antrean untuk melaksanakan rights issue.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026