HOME  ⁄  Ekonomi

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 18 Persen pada September 2026 hingga Tembus 2,89 Juta Orang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 18 Persen pada September 2026 hingga Tembus 2,89 Juta Orang
Foto: (Sumber :Pertumbuhan pengguna juga terlihat di sejumlah stasiun yang terhubung dengan moda transportasi lain.)

Pantau - LRT Jabodebek melayani 2.893.108 pengguna sepanjang September 2026 atau tumbuh sekitar 18 persen dibandingkan September 2025 yang mencatat 2.449.304 pengguna.

Pertumbuhan juga terjadi sepanjang kuartal III 2026 dengan jumlah pengguna mencapai 8.683.994 orang atau naik sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 7.729.511 pengguna.

Secara kumulatif, jumlah pengguna LRT Jabodebek pada Januari-September 2026 mencapai 24.702.905 orang atau tumbuh sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 20.769.914 pengguna.

Pertumbuhan pengguna berlangsung seiring konektivitas LRT Jabodebek dengan berbagai transportasi publik seperti Commuter Line, Kereta Bandara, Kereta Cepat Whoosh, Transjakarta, shuttle, serta bus antarkota dan antarprovinsi.

Stasiun Integrasi Catat Pertumbuhan Pengguna

Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia mencatat 3.773.510 pengguna tap in pada Januari-September 2026 atau meningkat sekitar 19 persen secara tahunan, sedangkan tap out mencapai 3.254.508 pengguna atau tumbuh sekitar 14 persen.

Stasiun Cikoko mencatat 1.998.624 pengguna tap in atau tumbuh sekitar 21 persen, sementara tap out mencapai 1.976.666 pengguna atau meningkat sekitar 18 persen.

Stasiun Halim mencatat 372.735 pengguna tap in atau meningkat sekitar 2 persen, sedangkan tap out mencapai 321.546 pengguna atau naik sekitar 3 persen.

Stasiun TMII melayani 993.066 pengguna tap in atau meningkat sekitar 11 persen dan 906.156 pengguna tap out atau tumbuh sekitar 12 persen.

Pertumbuhan tertinggi di antara stasiun tersebut terjadi di Stasiun Kampung Rambutan dengan 601.042 pengguna tap in atau naik sekitar 41 persen serta 569.870 pengguna tap out atau meningkat sekitar 37 persen.

Integrasi Antarmoda Dinilai Dorong Perjalanan

Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan peningkatan jumlah pengguna menunjukkan pentingnya konektivitas antarmoda dalam mendukung perjalanan masyarakat.

“Pertumbuhan pengguna menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari perjalanan masyarakat. Pada saat yang sama, pertumbuhan di sejumlah stasiun integrasi menunjukkan pentingnya konektivitas dalam membentuk perjalanan menggunakan transportasi publik,” ujar Radhitya.

Menurut Radhitya, integrasi tersebut memberikan fleksibilitas kepada masyarakat untuk menggunakan LRT Jabodebek sebelum melanjutkan perjalanan dengan transportasi publik lainnya.

“Masyarakat tidak selalu melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lainnya dengan satu moda. Dengan adanya konektivitas ini, pengguna dapat menggunakan LRT Jabodebek kemudian melanjutkan perjalanan dengan moda lain, yang memberikan lebih banyak pilihan dalam menyusun perjalanan menggunakan transportasi publik,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026