HOME  ⁄  Ekonomi

Airlangga Mendorong Digitalisasi dan Industri untuk Mengejar Pertumbuhan Ekonomi Vietnam

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Airlangga Mendorong Digitalisasi dan Industri untuk Mengejar Pertumbuhan Ekonomi Vietnam
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara “BIG Downstream Insights Bisnis Indonesia” di Jakarta, Selasa (6/10/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira).)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong Indonesia memperkuat digitalisasi, semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan sektor industri untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi seperti Vietnam.

Airlangga mencontohkan Vietnam yang mencatat pertumbuhan ekonomi 9,95 persen secara tahunan pada kuartal III 2026.

“Dan kesempatan untuk naik dari rata-rata 5 persen, kalau kita mau mengejar Vietnam yang bisa mencapai 9 persen, maka kita harus lari juga ke digitalisasi, semikonduktor, AI. Jadi itu seluruhnya leverage yang Vietnam sudah lakukan lebih dulu dari Indonesia,” kata Menko Airlangga di Jakarta, Selasa (6/10).

Kawasan Ekonomi Khusus Dinilai Perkuat Vietnam

Airlangga mengatakan perluasan dan pemanfaatan kawasan ekonomi khusus (KEK) serta kepastian berusaha bagi investor menjadi faktor lain yang mendorong pertumbuhan Vietnam.

“Indonesia punya special economic zone itu kira-kira 24.000 hektare. Vietnam punya special economic zone 2 juta hektare. Jadi dia lebih masif dari kita, lebih berani, dan sebetulnya dari segi kepastian usaha, mereka juga memberikan pelayanan yang baik kepada para investor,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, daya saing Vietnam juga diperkuat oleh perjanjian perdagangan internasional yang lebih dahulu dijalin dibandingkan Indonesia.

“Satu hal lainnya yang mereka mendahului kita adalah mereka sudah menandatangani kerja sama dengan Eropa lebih dulu dari kita, (EU$ CEPA. Kemudian dengan Amerika Serikat juga mereka mendapatkan treatment daripada tarif dan nontarif yang lebih baik dari Indonesia,” kata dia.

Airlangga mengatakan Vietnam tidak memiliki permintaan domestik sebesar Indonesia sehingga investasi di negara tersebut lebih diarahkan untuk mendukung ekspor.

“Jadi inilah yang mendorong Vietnam ekspornya lebih cepat dari kita, namun mereka tidak punya domestic market. Jadi mereka yang menanam investasi di Vietnam itu harus mendorong untuk menuju ekspor,” ujar dia.

Industri Didorong Berkontribusi Lebih dari 20 Persen terhadap PDB

Airlangga mengatakan penguatan industri hilirisasi, pengolahan, dan manufaktur diharapkan menjadi motor utama perekonomian Indonesia.

“Saya memberikan catatan bahwa hilirisasi tidak sama dengan industrialisasi. Hilirisasi salah satu daripada industri. Dan berbagai manufaktur lain yang didorong adalah tentunya seperti sektor otomotif, sektor tekstil produk tekstil, sektor fast-moving consumer goods (FMCG), kemudian sektor strategis lain,” jelas Airlangga.

“Nah, itu juga banyak yang perlu kita dorong agar kontribusi industri terhadap GDP (produk domestik bruto) itu bisa lebih tinggi dari 20 persen,” ujarnya menambahkan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026