HOME  ⁄  Ekonomi

Sebanyak 72 UMKM Jawa Tengah Tampil di Inacraft 2026, Pemprov Dorong Produk Tembus Pasar Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Sebanyak 72 UMKM Jawa Tengah Tampil di Inacraft 2026, Pemprov Dorong Produk Tembus Pasar Global
Foto: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, bersama Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin, saat melihat produk UMKM Jateng yang dipamerkan pada ajang Inacraft Oktober Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu 7/10/2026 (sumber: Pemprov Jateng)

Pantau - Sebanyak 72 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jawa Tengah mengikuti Inacraft Oktober Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 7–11 Oktober 2026 untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan keikutsertaan dalam Inacraft diharapkan mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya berfokus pada pasar nasional, tetapi juga mampu menjangkau konsumen di berbagai negara.

Menurut Taj Yasin, Inacraft menjadi momentum untuk melihat besarnya potensi produk UMKM Jawa Tengah sekaligus memetakan produk yang berpeluang dipasarkan di luar negeri.

“Dengan Inacraft saya melihat potensinya besar. Tadi kita coba arahkan mana yang harus dikirim untuk pameran ke luar negeri, ada yang ke Eropa, Afrika, dan mana yang bisa dikirim ke Arab,” kata Taj Yasin.

Pemprov Kurasi Produk untuk Pasar Internasional

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya mengidentifikasi produk yang sesuai untuk dipamerkan dan dipasarkan di kawasan Eropa, Afrika, maupun negara-negara Arab.

Taj Yasin menilai proses kurasi menjadi bagian penting agar produk UMKM yang telah memiliki kualitas baik dapat diarahkan sesuai karakteristik masing-masing pasar internasional.

Keikutsertaan UMKM dalam pameran berskala nasional dan internasional diharapkan tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperluas jaringan pasar dan meningkatkan daya saing.

Dalam Inacraft Oktober Vol. 5 2026, Jawa Tengah membuka 14 stan untuk mewadahi 72 UMKM yang mengikuti pameran.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 UMKM bergerak di bidang fesyen dan 10 UMKM bergerak di bidang kerajinan tangan, sedangkan sisanya menampilkan beragam produk lain termasuk sapu dan produk kerajinan.

Pelaku UMKM yang berpartisipasi berasal dari sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Kendal, Purbalingga, Klaten, Jepara, Sukoharjo, Kebumen, serta Kota Semarang, Tegal, Pekalongan, dan Salatiga.

Batik hingga Kain Perca Tampil dengan Inovasi Baru

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menilai terdapat banyak inovasi menarik pada produk yang ditampilkan dalam pameran.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pengembangan berbagai produk turunan dari batik dan wastra.

“Inovasi-inovasinya bagus-bagus. Produk-produk turunannya juga sangat bagus, mulai dari 'ready to wear' (siap pakai) sampai pengelolaan limbah, seperti kain perca yang dibuat menjadi berbagai aksesori,” ungkap Nawal.

Produk yang dipamerkan tidak hanya berupa produk siap pakai, tetapi juga menunjukkan pemanfaatan limbah produksi seperti kain perca yang diolah menjadi beragam aksesori.

Menurut Nawal, inovasi dan segmentasi pasar menjadi faktor penting agar produk UMKM Jawa Tengah mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Nawal juga mengajak masyarakat mengunjungi Paviliun Jawa Tengah selama penyelenggaraan Inacraft di JICC.

Produk UMKM Diarahkan ke Pasar Global

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Linda Widiastuti Ariningrum mengatakan produk yang ditampilkan dalam Inacraft telah melalui sejumlah kriteria.

Produk tersebut harus menjadi produk unggulan daerah dengan kualitas dan kontinuitas produksi yang terjaga serta memiliki orientasi untuk menjangkau pasar nasional dan global.

“Produk yang kita tampilkan merupakan produk unggulan Jawa Tengah atau masing-masing daerah dengan kualitas dan kontinuitas terjaga. Mengapa? Karena memang orientasinya sudah global market,” kata Linda.

Selain kualitas dan kontinuitas produksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menekankan aspek inovasi, kreativitas, kebaruan, serta keberlanjutan pada produk UMKM yang ditampilkan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026