HOME  ⁄  Ekonomi

YPMAK Resmikan Tiga Usaha Binatu di Timika, Laundry Koin Pertama Hadir untuk Dorong UMKM Papua

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

YPMAK Resmikan Tiga Usaha Binatu di Timika, Laundry Koin Pertama Hadir untuk Dorong UMKM Papua
Foto: Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka dan pemilik KSW laundry koin, Yerry Miagoni melihat usaha yang baru diresmikan di Jalan Budi Utomo Timika, Rabu 7/9/2026 (sumber: ANTARA/Rachmat J)

Pantau - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang mengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia meresmikan tiga unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan berupa usaha binatu di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Dari tiga usaha yang diresmikan, dua menggunakan sistem binatu konvensional dan satu menerapkan sistem binatu koin.

Ketiga usaha tersebut masing-masing berlokasi di SP 3, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Budi Utomo, Timika.

Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka mengatakan pengembangan usaha binatu merupakan kelanjutan kerja sama YPMAK dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Cabang Jayapura dan CV Amungsa Berjaya Gemilang.

“Sebelumnya kami ada 20 kios yang dibangun. Nah ini kelanjutannya. Ada tiga binatu yang diresmikan hari ini dimana salah satunya adalah dengan sistem koin,” kata Leonardus.

Laundry Koin Pertama Hadir di Timika

Salah satu usaha binatu dengan sistem koin tersebut bernama Ki Sapua Wambugi (KSW) yang dimiliki Yerry Miagoni.

KSW disebut menjadi usaha binatu koin pertama yang hadir di Timika.

Sebelum mengembangkan usaha tersebut, Yerry sempat menempuh pendidikan di Jakarta sebelum kembali ke Timika untuk mewujudkan keinginannya mengelola usaha.

“Yerry Miagoni ini sebelumnya menempuh pendidikan di Jakarta dan dia kembali ke Timika sini dan punya cita-cita untuk mengelola usaha ini,” ungkap Leonardus.

Dua usaha binatu lainnya dikelola oleh orang asli Papua (OAP) yang berasal dari masyarakat Amungme dan Kamoro.

YPMAK berharap ketiga usaha binatu binaannya terus berkembang sehingga dapat membuka cabang baru di lokasi lain.

YPMAK Siapkan Motor untuk Layanan Jemput Pakaian

YPMAK turut memberikan dukungan operasional berupa sepeda motor kepada usaha binatu binaannya untuk memberikan layanan penjemputan pakaian pelanggan.

Layanan tersebut diharapkan membuat pengelola usaha lebih aktif mencari dan melayani pelanggan dibandingkan hanya menunggu konsumen datang langsung.

“Motor ini upaya agar usaha ini lebih aktif jemput bola. Kalau cuma mau tunggu konsumen bawa sendiri barangnya itu nanti peluangnya malah bisa hilang,” kata Leonardus.

Leonardus juga meminta para pengelola memberikan pelayanan secara ramah kepada konsumen, termasuk dengan tersenyum dan memberikan salam.

YPMAK mengajak masyarakat Mimika mendukung usaha tersebut dengan menggunakan layanan yang dikelola masyarakat Papua.

“Kami mengundang warga Mimika untuk datang apalagi ini dikelola keluarga besar kita dari orang Papua. Kami percaya dukungan warga akan membangun ekonomi daerah ini,” ungkap Leonardus.

BTN Dorong Usaha Produktif dan Berkelanjutan

Kepala BTN Cabang Jayapura Darmawan mengatakan program tersebut bertujuan mendorong inklusi keuangan sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan wirausaha.

Program itu diharapkan mendorong masyarakat memanfaatkan uang tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga untuk kegiatan produktif dan berkelanjutan.

“Yang kita harapkan bahwa uang tidak semata habis untuk konsumtif melainkan kepada program produktif dan berkelanjutan sehingga bermanfaat,” kata Darmawan.

Pemilik KSW laundry koin Yerry Miagoni menetapkan tarif Rp25 ribu untuk setiap koin dengan kebutuhan dua koin untuk menyelesaikan proses mencuci dan mengeringkan pakaian sehingga total biayanya Rp50 ribu.

Mesin cuci dan pengering yang digunakan masing-masing berkapasitas tujuh kilogram dengan keseluruhan proses membutuhkan waktu 86 menit.

“Kapasitas mesin dan pengering masing-masing tujuh kilogram. Mencuci butuh sekitar 36 menit dan mengeringkan butuh 50 menit,” kata Yerry.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026