
Pantau - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah inisiatif baru yang dinilai akan memberikan manfaat bagi dunia usaha dan mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan ekonomi nasional.
Dradjad meminta para pelaku usaha terus menjalin komunikasi dengan pemerintah agar dapat mengikuti perkembangan kebijakan dan memanfaatkan peluang yang akan dibuka.
Pernyataan tersebut disampaikan Dradjad dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
"Saya belum punya hak untuk spill out beberapa hal, tapi insyaAllah akan ada beberapa inisiatif-inisiatif baru yang akan sangat menyenangkan bagi dunia usaha. Jadi pesan utama saya adalah don't miss the train (jangan sampai ketinggalan kereta). Silakan teman-teman selalu engage (terhubung) dengan pemerintah supaya teman-teman dari dunia usaha tidak ketinggalan kereta," ucapnya.
Meski demikian, Dradjad belum memerinci bentuk inisiatif maupun waktu pelaksanaan kebijakan baru yang sedang disiapkan pemerintah tersebut.
Pemerintah Dorong Dunia Usaha Aktif Jalin Komunikasi
Dradjad menekankan pentingnya hubungan antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung pencapaian target pembangunan ekonomi.
Menurutnya, dunia usaha memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas ekonomi nasional.
Karena itu, pemerintah membutuhkan keterlibatan aktif perusahaan swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN).
"Jadi, pesan saya yang terutama di dalam acara hari ini, itu adalah bahwa pemerintah membutuhkan peranan yang sangat besar dari dunia usaha, dari swasta. Swasta adalah mitra yang super-super strategis ya, bukan swasta saja, korporasi dalam hal ini swasta, BUMN (Badan Usaha Milik Negara)," kata Dradjad.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memandang perusahaan sebagai mitra penting dalam menjalankan berbagai agenda ekonomi.
"Korporasi itu adalah mitra yang sangat strategis bagi pemerintah untuk bisa mencapai berbagai target-target pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas," ujar dia menambahkan.
Dradjad juga mengingatkan para pengusaha agar tidak melewatkan peluang yang berpotensi muncul melalui inisiatif pemerintah mendatang.
Dradjad Bantah Anggapan Pemerintahan Prabowo Tidak Pro Dunia Usaha
Dalam kesempatan yang sama, Dradjad menanggapi anggapan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kurang berpihak kepada dunia usaha.
Menurutnya, pandangan tersebut muncul antara lain karena pemerintah menaruh perhatian besar terhadap penegakan kepatuhan dan tata kelola yang baik.
Dradjad menjelaskan bahwa penegakan tata kelola kepatuhan atau compliance governance dan tata kelola yang baik atau good governance justru merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan usaha yang sehat.
Ia menilai penerapan prinsip tersebut diperlukan agar kegiatan perusahaan berjalan sesuai ketentuan dan memiliki landasan tata kelola yang jelas.
Dengan menjalankan kegiatan usaha dalam koridor kepatuhan, perusahaan dinilai dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
Swasta dan BUMN Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Dradjad menegaskan bahwa upaya pemerintah memperkuat tata kelola tidak berarti mengurangi peran sektor swasta dalam perekonomian.
Sebaliknya, pemerintah tetap membutuhkan kontribusi perusahaan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
Menurutnya, kemitraan tersebut mencakup perusahaan swasta dan BUMN yang memiliki peran dalam berbagai kegiatan ekonomi.
Ia juga menekankan bahwa stabilitas ekonomi menjadi salah satu sasaran yang membutuhkan dukungan dunia usaha.
Pemerintah, lanjut Dradjad, ingin pelaku usaha tetap terhubung dengan perkembangan kebijakan agar dapat mengambil bagian dalam berbagai program yang disiapkan.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, pemerintah belum mengumumkan rincian inisiatif baru yang dijanjikan bagi dunia usaha.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




